36 Kelompok Budidaya Rumput Laut di Wakatobi Dapat Paket Bantuan dari KKP RI

198
36 Kelompok Budidaya Rumput Laut di Wakatobi Dapat Paket Bantuan dari KKP RI
Bupati Wakatobi Haliana menyerahkan bantuan Sarpras KBRL kepada kelompok petani pembudidaya rumput laut di daerah tersebut (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.ID)

ZONASULTRA.ID, WANGI-WANGI– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) menyalurkan 36 paket sarana prasarana (Sarpras) kebun bibit rumput laut (KBRL) secara simbolis.

Inspektur III KKP RI Wahyudi Purwanto menyebutkan, 36 paket sarpras tersebut diperuntukkan bagi 17 kelompok pembudidaya rumput laut di Pulau Wangiwangi, 14 kelompok di Pulau Kaledupa dan 5 kelompok si Pulau Tomia, dengan total 36 kelompok.

Sumber anggarannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) KKP, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya tahun anggaran 2023.

Setiap paket itu terdiri dari 100 kilogram bibit rumput laut Cottonii, tali utama 276 meter, tali jangkar 585 meter, tali bantu utama 56 meter, tali bentang 2.500 meter, tali pengikat pelampung 850 meter, tali pengikat bibit 2.000 meter, pemberat beton 26 buah, pelampung utama 6 buah, pelampung pendukung 7 buah, dan pelampung kecil 850 buah.

BACA JUGA :  PLN Terus Upayakan Pemulihan Kondisi Kelistrikan di Wangiwangi

Dikatakan Wahyudi, garansi bibitnya satu minggu. Jik bibitnya mati dalam waktu tersebut agar segera disampaikan, di dokumentasikan dan segera dilaporkan kepada penyuluh atau pada dinas. Meski bantuannya kurang banyak, namun dia berharap agar dapat dikelola dengan baik karena di pemerintah juga ada keterbatasan penganggaran.

“Yang terpenting adalah proses pasca produksi/hilirnya apakah ada offtaker-nya atau tidak. Mudah-mudahan niat Pak Bupati agar pengusaha atau pabrik bisa ada kegiatan di Wakatobi. Sehingga semua produk-produk rumput laut termanfaatkan atau bisa meningkatkan taraf hidup dari masyarakat Wakatobi yang sebagian besar adalah masyarakat pelaut,” harapnya pada penyerahan bantuan di kantor Desa Liya Bahari, Minggu (23/7/2023).

“Kami dapat info bahwa Pak Presiden akan meninjau, mudah-mudahan yang diterima bisa berhasil, modeling berhasil sehingga kalau Presiden jadi datang, nama Wakatobi lebih bagus lagi,” lanjutnya.

BACA JUGA :  PLN Terus Upayakan Pemulihan Kondisi Kelistrikan di Wangiwangi

Di lokasi yang sama, Bupati Wakatobi Haliana berkata, tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki kesempatan dan diperhatikan seperti Wakatobi, sehingga perhatian yang diberikan KKP RI merupakan peluang yang baik untuk dimanfaatkan.

Menurut Haliana, bantuan ini memang tidak seberapa, namun kalau dihitung-hitung, bukan biaya sedikit yang dikeluarkan kalau misalkan pembudidaya rumput laut membeli tali sendiri, beli pelampung, membeli bibit untuk 17 lokasi, pasti menghabiskan biaya puluhan juta.

Lebih lanjut kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjelaskan, intinya masyarakat dikasih gratis, hanya perlu dikembangkan, diperbanyak kemudian bisa dijual kembali. Perlu dimaksimalkan karena diberikan bantuan bibit secara cuma-cuma, alam gratis, dan sarana gratis. (B)

Kontributor: Nova Ely Surya
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini