Anak Ikan Paus Terdampar di Wakatobi

519
Anak Ikan Paus Terdampar di Wakatobi
Terdampar - Anak Paus terdampar di hutan mangrove dalam keadaan mati (istimewa).

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Bangkai anak ikan paus yang dikabarkan terdampar di Desa Sandi, Sampua Wandewande, di Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) belum ditemukan.

Polhut Pelaksana Lanjutan Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Kaledupa, Orba mengatakan telah melakukan penyisiran di wilayah pesisir Mangrove Sampua Wandewande tapi belum menemukan bangkai anak paus tersebut.

Baca Juga : Paus Sepanjang Sembilan Meter Terdampar di Pesisir Pantai Butur

“Kami melakukan penelusuran bersama masyarakat setempat selama kurang lebih dua jam, di sekitar lokasi tempat kejadian paus mati namun belum ketemu,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu, (22/1/2020).

BACA JUGA :  Di Forum Internasional, Haliana Minta Pendidikan Konservasi Dikembalikan

Orba menjelaskan, informasi anak paus terdampar didapat dari La Gabe yang pulang dari lokasi budi daya rumput laut. La Gebe sempat menemukan anak paus dalam kondisi sudah mati di sekitar hutan Mangrove Sampua Wandeande Desa Sandi, Kaledupa Selatan.

“Perkiraan Pak La Gabe panjang anak Paus tersebut sekira empat meter. Namun karena kondisi air laut sedang bergerak naik (pasang) disertai angin, gelombang dan berarus, paus mati itu mulai terbawa arus ke arah timur,” ujarnya.

Anak Ikan Paus Terdampar di Wakatobi
PROSES PENCARIAN – Proses pencarian anak Paus yang terdampar di hutan mangrove Desa Sandi, Sampua Wandewande. (Istimewa)

Pihaknya bersama warga akan memastikan lagi besok pagi pada saat air laut surut, apakah paus masih terperangkap di dalam hutan mangrove.

BACA JUGA :  Wakatobi Juara 2 Paritrana Award BPJS Ketenagakerjaan

Baca Juga : Bangkai Diduga Paus Ditemukan Terdampar di Pulau Bokori

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian anak paus tersebut, dugaan sementara akibat cuaca buruk sehingga terpisah dari induknya.

“Belum bisa kita pastikan apa penyebab kematian paus tersebut. Perkiraan saya, mungkin anak paus mengikuti induknya dan karena gelombang besar selama tiga hari ini dia terpisah dari ibunya,” ucapnya. (B)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor : Muhamad Taslim Dalma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini