Ayah di Konawe Gauli Anak Kandung hingga Melahirkan, Bupati Kery Perintahkan Mosehe

7114
Ilustrasi asusila
Ilustrasi

ZONASULTRA.ID, UNAAHA –Seorang ayah di Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) tega menghamili anak kandungnya sendiri. Bahkan belum lama ini sang putri diketahui telah melahirkan anak dari perbuatan bejat ayahnya itu.

Informasi tersebut diungkapkan Camat Amonggedo, Hj. Megawati saat dihubungi via telepon, Senin (8/5/2023). Ia menerangkan, informasi itu awalnya ia tahu saat Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) menegurnya.

Saat menyampaikan informasi tersebut, lanjut Mega, sapaan akrab Megawati, Bupati tengah dalam suasana hati kurang baik. Ia tampak marah lantaran ada kejadian yang dianggap dapat membawa bala.

“Bagaimana pembangunan smelter mau jalan kalau di daerah itu panas (ada kejadian yang memicu bala),” ujar Mega menirukan pesan dari KSK.

BACA JUGA :  Polres Konut Amankan 10 Pelaku Peredaran Narkotika

Mega melanjutkan, selaku pemerintah kecamatan dirinya diminta KSK untuk segera menggelar ritual Mosehe Wonua atau ritual tolak bala berdasarkan kepercayaan masyarakat adat suku Tolaki.

“Mosehe sudah dilakukan di balai desa, kemarin. Tapi hanya di lingkungan keluarga saja. Pak Bupati perintahkan harus Mosehe Wonua untuk empat desa serumpun (masyarakat Tolaki) di sana. Kau bersihkan dulu itu,” jelas Mega kembali menirukan perintah dari bupati.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Camat Amonggedo, kasus itu bermula ketika korban berkuliah di Kendari. Biaya selama kuliah akan ditanggung oleh ayah dan saudaranya. Ayahnya membantu biaya kebutuhan sehari-hari, sedang saudaranya membantu biaya kos.

Aksi bejat itu dilakukan saat si ayah pergi mengantarkan langsung biaya kuliah ke kamar kos anaknya. Korban pun tak bisa berbuat banyak, kecuali menutup rapat-rapat aib tersebut.

BACA JUGA :  Seorang Warga Kendari Todongkan Pistol ke Pendemo di Konut

Seiring waktu, korban pun hamil. Selama mengandung, pihak keluarga tidak ada yang mengetahuinya. Masalah mulai terkuak saat korban telah melahirkan.

Saat itu, pihak keluarga berupaya bertanya kepada korban perihal siapa ayah dari anak yang dilahirkan. Akan tetapi, korban enggan membocorkannya.

Setelah merenung dan memberanikan diri, korban kemudian menuliskan pesan untuk keluarganya. Dari situlah kelakuan si ayah akhirnya terbongkar.

“Saya juga kaget ketika dengar informasi ini. Sebentar ini, saya akan ke polsek dulu dan juga memanggil kades setempat ke rumah. Supaya jelas kronologinya dan masalah ini segera diselesaikan,” pungkas Mega. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini