Begini Tampilan 17 Stand Pameran Kabupaten/Kota di Halo Sultra 2018

1733
Halo Sultra 2018
Halo Sultra 2018

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Bagi Anda yang ingin mengetahui potensi wisata, budaya dan kuliner kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat mengunjungi stand pameran yang ada di Halo Sultra ke-11 tahun 2018 sejak tanggal 23 April hingga 27 April 2018 mendatang di Kawasan Tugu Religi Sultra.

Ajang ini tentunya menjadi momentum yang baik setiap daerah untuk mempromosikan potensi daerah ke masyarakat. Nah, kali ini zonasultra akan menggambarkan suasana stand dari 17 kabupaten/kota di Bumi Anoa.

1Wakatobi

Pada momen Halo Sultra tahun ini, Kabupaten Wakatobi memamerkan sejumlah produk khasnya yakni parang, baju tenun, kopi kahiangan khas Wakatobi dan sejumlah produk makanan ringan. Harga kopi Rp60 ribu. Total pengunjung hingga hari ini di stand Wakatobi sekitar 200 orang berdasarkan buku tamu yang ada di meja stand pemkab.

Kopi Kahiang adalah kopi khas Wakatobi sejak tahun 1962 yang merupakan kopi asli dari alam perbukitan Desa Kahianga, Kecamatan Tomia. Kopi ini diolah dengan sistem pertanian tradisional dan pengolahan secara manual sehingga menghasilkan rasa, aroma biji kopi yang sempurna.

2Konawe Kepulauan (Konkep)

Kabupaten Konkep adalah salah satu kabupaten yang banyak menyajikan makanan olahan seperti keripik ikan, abon ikan, serta susu kedelai. Kemudian hal unik lain yang bisa Anda nikmati di stand Konkep adalah akuarium yang berisikan berbagi jenis ikan air laut. Total pengujung juga sudah mencapai sekitar 200 orang.

Salah satu produk yang dipamerkan Konkep yang tidak ditemui di stand daerah lain adalah Susu Kedelai yang merupakan hasil dari Desa Langkowala, Kecamatan Wawonii Barat dengan komposisi kacang kedelai, gula pasir, vanili dengan harga Rp10 ribu perbotol.

3Kolaka Timur (Koltim)

Koltim lebih banyak mempromosikan komiditi andalan dari Pertanian yakni cabai, buah dan sayuran serta hasil olahan gula aren. Kita ketahui cabai merupakan salah satu komiditi unggulan Koltim dan menjadi sentra budidaya cabai. Selain itu adapula kerajinan tangan serta makanan olahan keripik.

4Konawe Selatan (Konsel)

Konsel memiliki sesuatu yang unik dan berbeda dengan daerah lain, dimana pada Halo Sultra tahun ini mereka mempromosikan hasil produksi mainan edukasi dari bahan baku limbah kayu jati.

Pengrajin Souvenir Ano Art Abdul Rasyid mengatakan, ide membuat mainan edukasi ini berawal dari keprihatinan pihaknya dengan banyaknya limbah kayu jati yang dibuang oleh para pekerja kayu atau meubel di Konsel. Saat ini ada dua rumah produski mainan ini yakni di Desa Iwoimendoro, Kecamatan Basala dan Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea.

Mainan edukasi yang dipromsikan pun beranekaragam, ada sepatu kayu, purzel dan sejumlah mainan yang mengasa otak anak untuk berfikir dalam memecahkan permasalahan. Saat ini TK Alkautsar Kendari sudah memesan sejumlah mainan edukasi tersebut untuk dipakai sebagai media pembelajaran.

Harga dari mainan edukasi atau education toy ini beranekaragam mulai dari harga Rp25 ribuan hingga ratusan ribu tergantung jenis permainan dan tingkat kesulitan pembuatannya. Saat ini pihak Ano Art bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) setempat untuk mempromosikan kerajinan ini dan mulai dikembangkan sejak tahun 2016 silam.

BACA JUGA :  Keseruan Menombak Ikan di Wasuemba

5Muna

Produk kerajinan dari Jati tetap menjadi jualan kabupaten yang satu ini di setiap pagelaran Halo Sultra. Sejumlah kerajinan seperti patung kuda, asbak, vas bunga, atau hiasan ruang tamu dipajang bagian depan dari Stand Kabupaten Muna.

Selain itu, kain tenun dari pewarna alam juga dipromosikan dengan harga jual hingga jutaan rupiah per satu pasangnya. Salah satu barang yang sudah terjual yakni dua buah jam diding dari Jati yang harganya Rp2,3 juta rupiah. Omset yang didapatkan malam pertama sekitar Rp20 juta.

6Kolaka Utara (Kolut)

Hasil pertanian dan olahan makanan menjadi bahan promosi terbanyak di stand Kolut. Olahan makan berupa keripik, dadar belanda, tenteng kacang, VCO dan dompo pisang. Selain itu untuk hasil pertanian ada bawang merah, cokelat (kakao), padi, semangka, labu, kembang kol dan lain sebagainya.

Kemudian, Pemkab Kolut juga memberikan souvenir kepada setiap pengujung stand berupa tas pesona Kolut yang berisikan kaset promosi destinasi wisata yang dimiliki daerah tersebut.

7Konawe Utara (Konut)

Hasil kerajinan tangan dari anyaman bambu dan rotan menjadi jualan unggulan Konut di Pameran Halo Sultra ke-11 ini, sejumlah kerajinan seperti keranjang dari ukuran kecil hingga yang besar. Harganya pun bervariatif mulai dari Rp25 ribu hingga Rp400 ribu sesuai tingkat kerumitan dan ukurannya.

Selain itu olahan komoditi laut juga menjadi jualan kabupaten ini mulai dari keripik udang, cumi dan kepiting. Kemudian abon ikan, keripik ikan alamo, ikan tuna dari harga Rp25 ribu hingga Rp50 ribu.

Tak lupa jualan Pariwisata Konut seperti Labengki dan Taipa menjadi salah satu yang ditonjolkan oleh Pemkab Konut.

8Baubau

Kota Baubau lebih menonjolkan hasil kerajinan kuningan dan keong laut, sayangnya tidak banyak produk yang dipajang oleh Pemkot Baubau dalam pagelaran Halo Sultra tahun ini. Stand ini juga lebih memarekan profil-profil pejabat yang pernah memimpin Kota Baubau.

9Buton Selatan (Busel)

Salah satu produk unggulan yang dipamerkan Busel adalah bawang goreng khas Kecamatan Lapandewa, bawang goreng ini adalah hasil olahan masyarakat Busel kelompok UKM Ikram Mandiri. Selain itu ada pula minyak hiu yang dijual dengan harga Rp100 ribu dan Kopi Hendea yang diproduksi di Kecamatan Sampolawa.

Untuk minyak hati ikan hiu banyak memberikan manfaat yakni menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah pembekuan darah, menurunkan kolesterol, menurukan hipertensi, merangsang sirkulasi darah dan meningkatkan kekebalan tubuh. Pengolahan minyak hati ikan hiu berada di Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Busel.

11Kendari

Kota Kendari yang ikut berpartisipasi dalam acara Halo Sultra 2018, menyajikan produk-produk unggulan misalnya abon ikan, bagea, keripik dan kain tenun khas Tolaki.

12Bombana

Kabupaten Bombana mempromosikan produk unggulan dari olahan kelapa. Misalnya Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kelapa. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bombana Muhamad Kasim yang ditemui di lokasi mengatakan, program pengembangan kelapa di Poleang Selatan telah menjadi program pemerintahan Tafdil-Johan untuk lima tahun kedepan.

Poleng Selatan pun telah ditetapkan sebagai sentra Industri Kecil Menengah (IKM) untuk pengelolaan kelapa terpadu. Potensi pengembangan kelapa ini juga sangat besar yang bisa diolah menjadi koprah putih, kopera biasa, tempurung, dan VCO.

“Kami sudah banyak melakukan ekspor hingga ke Belanda dan memang potensinya sangat besar,” ungkap Kasim.

13Muna Barat (Mubar)

Kabupaten yang belum lama mekar ini, menampilkan kerajinan tangan dari rotan, lidi enau dan nentu. Kemudian hasil tenunan khas Mubar. Anda juga dapat melihat mesin tenunan yang dipajang pada stand Mubar ini. Selain hasil pertanian juga dipamerkan oleh Pemkab Mubar dalam ajang Halo Sultra 2018 yakni berupa padi ladang, kakao, ubi, sayuran dan buah-buahan.

14Buton

Kabupaten Buton sendiri memarkan kain perwana alam yang sentra produksinya di Kecamatan Wabula. Tenun pewarna ini kualitas sangat baik dimana warnanya tidak mudah luntur tetapi untuk perawatannya juga khusus harus dicuci pake shampo, untuk harga sekitar Rp700 ribu.

15Buton Tengah (Buteng)

Ada hal yang unik dipamerkan oleh Kabupaten Buteng yakni pajangan dari bahan baku kulit jambu mente bertuliskan lafal Allah dan Nabi Muhammad yang dibingkai rapi. Untuk harga mencapai Rp4 juta untuk dua bingkai tersebut.

Kemudian bahan dasar untuk bubur, kolak dan makanan pengganti beras dari buah woto. Bentuknya unik dan hanya ditemukan di daratan Buteng tepatnya di Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah.

16Kolaka

Kabupaten Kolaka memarken hasil kerajinan tangan dan olahan makanan seperti keripik, dodol coklat dan makanan lainnya. Selain itu Kolaka juga memamerkan mesin tenun khas Kolaka. Tenun khas Kolaka juga turu dipromosikan.

17Buton Utara (Butur)

Butur kembali memanfaatkan ajang Halo Sultra 2018 sebagai ajang promosi produk unggulan pertanian berbasis organik, seperti beras organik berlabel wakawondu serta kacang hijau organik. Selain itu potensi wisata laut juga dipromosikan serta hasil kerajinan tangan dan olahan makanan tak lupa dipamerkan dalam ajang ini.

Pada Halo Sultra 2018 ini, secara umum kabupaten/kota menampilkan promosi wisata, budaya, kuliner dan alam yang dimiliki. Namun hanya ada beberapa daerah yang mecoba menampilkan sesuatu yang berbeda dan unik. Bagi Anda yang penasaran silakan datang dan kunjugi stand 17 kabupaten/kota tersebut. (A)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini