BI dan Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah dengan Pembayaran Nontunai

70
BI dan Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah dengan Pembayaran Nontunai
Pasar Murah digital yang digelar BI, Pemkot Kendari dan Kadin Sultra selama sepekan kedepan.(Ismu/Zonasultra.id)

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Dalam rangka percepatan perluasan sistem pembayaran nontunai di Kota Kendari, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (BI Sultra) berkolaborasi bersama Pemkot Kendari dan Kadin Sultra menggelar pasar murah dengan pembayaran menggunakan QRIS.

Pasar murah tersebut digelar di Pasar Wayong, Kota Kendari sejak 1 Agustus hingga sepekan ke depan. Adapun kebutuhan yang dijual pada pasar murah tersebut dalam bentuk paket sembako yang dibanderol seharga Rp105 ribu berisikan 1 kg daging sapi, 1 liter minyak goreng, sosis, 500 gram gula pasir, dan 500 gram tepung terigu.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra Doni Septadijaya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah BI untuk mengakselerasi penggunaan QRIS agar dapat sampai ke pedagang dan UMKM yang berada di pasar-pasar.

Dengan masuknya sistem pembayaran QRIS di pasar digital memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Kota Kendari dapat menggunakan QRIS dengan baik.

“Pelaksanaan kegiatan pasar murah digital juga dalam rangka meningkatkan kapabilitas pelaku usaha,” ungkapnya di Kendari pada Senin (1/8/2023).

Asisten II Pemkot Kendari, Susanti menambahkan, pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam rangka percepatan penerapan pembayaran secara nontunai.

Hal itu merupakan bukti Pemkot Kendari terkhusus pengelolaan pasar terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, selain meminimalisir tingkat kejahatan yang kerap terjadi di lingkungan pasar, pembayaran nontunai juga lebih praktis dan efisien. Sebab, tidak lagi direpotkan dengan membawa uang secara tunai apalagi dengan jumlah yang banyak.

“Pasar murah ini memang diperuntukkan bagi transaksi nontunai atau dilakukan dengan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” terangnya.

Kesempatan yang sama, Waketum Kadin Sultra Sastra Alamsyah mengatakan, harga paket sembako yang tersedia pada pasar murah tersebut telah disubsidi oleh pemerintah. Untuk harga pasar normalnya bisa mencapai Rp160 ribu hingga 170 ribu.

Ia juga mengaku bahwa Kadin Sultra selama ini selalu membantu para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar terdigitalisasi melalui sistem pembayaran QRIS.

Untuk diketahui, pasar murah digital ini yang ke-8 kalinya dilaksanakan di Kota Kendari. Hal tersebut merupakan upaya BI Sultra untuk mendigitalisasi sistem pembayaran dengan target 120 user baru QRIS di wilayah Sultra. (B)

 


Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini