Bupati Wakatobi Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

166
Bupati Wakatobi Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
PELANTIKAN - Bupati Wakatobi Haliana saat melakukan pelantikan terhadap 10 orang pejabat hasil dari Selter.

ZONASULTRA.ID, WANGI-WANGI – Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) Haliana melantik 10 orang dalam jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama eselon II B di lingkungan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi. Pelantikan itu berlangsung di ruang kerja bupati pada Jumat (29/12/2023).

Sepuluh orang yang dilantik tersebut merupakan hasil dari seleksi terbuka (Selter) yang diselenggarakan Pemkab Wakatobi baru-baru ini.

Mereka dilantik berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Nomor 1079 28 Desember 2023, juga berdasarkan surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor B-4878/JP.00.00/12/2023, perihal rekomendasi hasil selter JPT Pratama di lingkungan Pemkab Wakatobi yang bersifat segera.

Kepada 10 pengemban jabatan tersebut Bupati Wakatobi Haliana menekankan, agar mereka menguasai data di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terutama yang berkaitan dengan inovasi daerah.

Ditambah lagi baru-baru ini Haliana dianugerahi penghargaan Satyalancana Wira Karya oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada acara Hari Nusantara di Tidore, karena inovasi di bidang pengelolaan ruang laut. Penghargaan itu hanya diberikan kepada tujuh daerah dan tujuh bupati di Indonesia.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM Wakatobi Banjir Orderan Jelang Pertemuan Internasional

“Inovasi kita di daerah bukan karena inovasi di bidang digital, itu salah satu. Contoh di merdeka sehat ada squad kesehatan itu juga inovasi, ambulans laut yang kita gratiskan itu juga inovasi, BPJS Ketenagakerjaan gratis itu inovasi dan masih banyak lagi namun harus dibarengi dengan koordinasi data agar lebih maksimal,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, bahwa hari ini sejumlah pejabat sudah resmi menjadi kepala dinas eselon II B sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sehingga melekat tugas dan tanggung jawab, kehormatan, jabatan, melekat kesejahteraan, melekat fasilitas dan juga melekat risiko.

“Bekerjalah sebaik mungkin, baca dan pahami aturan baik-baik. Saya juga menyampaikan agar jangan juga terlalu kaku dan takut menegakkan peraturan daerah (Perda). Sepanjang ada yang melanggar maka tindak, saya sendiri kalau misal saya melanggar maka tindaki,” lugasnya.

Mulai hari ini resmi jadi kadis, kata dia, maka hari ini juga mulai dievaluasi. Menurutnya, evaluasi itu setiap hari, kalau pada akhirnya juga ada pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik dan menyukseskan visi misi daerah

BACA JUGA :  Puskesmas Kulati, Kolaborasi dengan BI dan TNI Buka Pelayanan Kesehatan Gratis

“Sebagai kadis bukan berarti segala-galanya, merasa paling pintar, sehingga dia meminta agar bisa berkolaborasi dengan sekretaris, para kepala bidang, staf bahkan dengan para penjaga kantor masing-masing untuk dapat menunjang kinerja,” harapnya.

“Karena kita di sini di manajemen puncak itu adalah di kebijakan dan kita melaksanakan fungsi manajemen minimal Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC),” tambahnya.

Berikut daftar nama pejabat yang dilantik:

1. La Yijo dilantik sebagai Kadis Sosial,
2. Muhidin dilantik sebagai Kadis Pariwisata,
3. Haswan Rahim dilantik sebagai Kadis Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan
4. Idihari dilantik sebagai Kepala BPBD
5. Muhammad Salimuddin dilantik sebagai Kadis Kominfo,
6. Arusani dilantik sebagai Kadis Lingkungan Hidup,
7. Djafar dilantik sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
8. Jusri dilantik sebagai Kasat Pol PP dan Damkar
9. Luki Husuma dilantik sebagai Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman,
10. Ihwan dilantik sebagai Sekretaris Dewan. (C)

 


Kontributor: Nova Ely Surya
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini