DPRD Sultra Dorong Pemprov Maksimalkan Pengelolaan Kawasan Tugu Eks MTQ

196
DPRD Sultra Dorong Pemprov Maksimalkan Pengelolaan Kawasan Tugu Eks MTQ
Suwandi Andi

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk memaksimalkan pengelolaan kawasan Tugu Eks MTQ. Bahkan DPRD Sultra siap mendukung penganggaran untuk pemeliharaan Tugu Eks MTQ melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sultra 2024.

“Tugunya itu sudah rawan. Itu harus diselesaikan lagi 2024, itu harus dianggarkan karena itu kebanggaan Pemerintah Daerah,” ujar Ketua Komisi 3 DPRD Sultra Suwandi Andi di ruang kerjanya, April 2023.

Oleh karena itu DPRD Sultra tak setuju jika pengelolaan kawasan Eks MTQ dikerjasamakan atau dihibahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Sebab secara historis Pemprov pernah bekerja sama dengan Pemkot Kendari dalam mengelola kawasan Eks MTQ pada masa Gubernur Nur Alam, tapi tidak begitu banyak menguntungkan Pemprov Sultra dalam hal pendapatan daerah.

Apalagi, Pemprov sedang butuh peningkatan pendapatan seperti untuk operasional Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak yang mencapai Rp40 miliar sampai Rp50 miliar. Terlepas dari itu, Pemprov butuh anggaran untuk pembayaran pokok dan bunga pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

BACA JUGA :  Festival Liangkobori Akan Kembali Digelar, Ada Berbagai Lomba dan Pertunjukan

Pinjaman tersebut sebelumnya digunakan untuk pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa dan pembangunan Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak. Dalam satu tahun pembayaran pokok dan bunga pinjaman itu mencapai Rp275 miliar.

Belum lagi, dalam perhelatan Pemilihan Gubernur 2024, Pemprov perlu mengelontorkan anggaran Rp200 hingga Rp300 miliar. Pengeluaran seperti ini tentu perlu diimbangi dengan pendapatan daerah dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

“Di Eks MTQ inikan potensi sumber pendapatan daerah sangat besar. Jadi bagaimana mungkin tempat di mana kita bisa dapat uang justru kita kasi kepada orang (Pemkot Kendari). Kecuali sudah berlimpah pendapatannya kita nah itu bisa, tapi ini kita butuh uang menghadapi Pemilu, termasuk Pemilihan Gubernur, ” ujar Legislator PAN ini.

Bila APBD tidak cukup untuk alokasi anggaran memaksimalkan Kawasan Eks MTQ, Suwandi menyebut ada Bank Sultra yang seharusnya bisa meminjamkan. Jadi, menurut dia, tidak ada alasan bagi Pemprov untuk tidak dapat memaksimalkan pengelolaan Kawasan Tugu Eks MTQ.

“Kok Bank Sultra bisa pinjamkan ke kabupaten-kabupaten, masak kita (provinsi) tidak bisa kalau hanya butuh Rp20 miliar. Hari ini kita tanda tangan hari ini juga kita dikasi uang karena uang kita Rp4,7 triliun itu ada di Bank Sultra,” ujar Suwandi.

BACA JUGA :  Ajang Deep & Extreme Indonesia 2024, Wakatobi dan Labengki Tarik Minat Pengunjung

Terkait ada niat baik Pemkot Kendari untuk mengelola Kawasan Tugu Eks MTQ, Suwandi mengatakan wajar saja. Namun kata dia, Provinsi seharusnya malu bila tidak bisa merawat sendiri Kawasan Tugu Eks MTQ, apalagi mempunyai potensi pendapatan yang tinggi.

“Maksud kita, memalukan dong kalau terkesan Pemprov tidak mampu mengelola Eks MTQ dengan aset yang besar dan bagus begitu. Kualitas manajemen atau sumber daya manusia kita akan dipertanyakan oleh daerah lain, dan seolah-olah kota (Pemkot) lebih hebat untuk mengelola aset-aset provinsi daripada kita. Malu dong,” ujar Suwandi.

Sebelumnya, Pemkot Kendari mencanangkan pemanfaatan Kawasan Tugu Eks MTQ Kendari menjadi pusat kuliner dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) lokal. Kawasan Tugu Eks MTQ ditergetkan menjadi ikon baru bagi para pendatang dari luar untuk membeli cindera mata ataupun kuliner khas. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini