Dugaan Korupsi Dana PEN, KPK Geledah Kantor Bupati Muna dan Rumah Ketua DPC Gerindra

Dugaan Korupsi Dana PEN, KPK Geledah Kantor Bupati Muna dan Rumah Ketua DPC Gerindra
Polisi berjaga di depan kantor Bupati Muna (Foto Nasrudin)

ZONASULTRA.ID, RAHA – Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabupaten Muna tahun 2021 mulai bergulir. Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kabupaten Muna sejak Selasa (11/7/2023).

Penyidik KPK menyisir sejumlah lokasi di antaranya Kantor Bupati Muna dan kediaman Ketua DPC Gerindra Kabupaten Muna, La Ode Gomberto.

Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan penggeledahan di Muna. Kata Ali, penggeledahan sejumlah lokasi di Muna sebagai pengembangan kasus korupsi dana PEN Muna tahun 2021 melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp233 miliar.

“Iya, penggeledahan terkait pengembangan kasus pengurusan dana PEN Kabupaten Muna,” terang Ali Fikri.

BACA JUGA :  Seorang Wanita di Kendari Jadi Korban Salah Tembak Polisi

Dirinya menegaskan akan segera mengumumkan hasilnya setelah penggeledahan tersebut rampung. “Akan kami sampaikan nanti perkembangannya,” ujarnya.

Hari ini, Rabu (12/7/2023) tim KPK kembali melanjutkan penggeledahan di kantor Bupati Muna dan kantor Bappeda Muna.

Dugaan Korupsi Dana PEN, KPK Geledah Kantor Bupati Muna dan Rumah Ketua DPC Gerindra
Laode Gomberto gelar konfrensi pers usai digeledah KPK

Penjagaan ketat dari kepolisian yang datang berjaga sejak pagi. Penggeledahan tersebut digelar secara tertutup untuk umum.

Selain kantor bupati, sebelumnya tim KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman Ketua DPC Gerindra Muna, Laode Gomberto.

Laode Gomberto pun langsung menggelar konferensi pers. Kata Gomberto, penggeledahan KPK tersebut terkait proses penyeledikan dugaan korupsi dana PEN Muna tahun 2021.

BACA JUGA :  Seorang Wanita di Kendari Jadi Korban Salah Tembak Polisi

“Sebagai bentuk kooperatif saya mempersilakan KPK untuk melakukan penggeledahan di rumah saya,” jelas Laode Gomberto, Rabu (12/7/2023).

Namun dirinya menuturkan jika penggeledahan tersebut tidak ada hubungannya dengan posisinya sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Muna.

Pria yang juga digadang sebagai bakal calon Bupati Muna ini menepis soal isu jika dirinya diamankan KPK dan telah dibawa ke Jakarta.

“Itu tidak benar. Namun saya akan selalu kooperatif dan berkomitmen membantu KPK dalam proses penegakan hukum,” timpalnya. (A)

Kontributor: Nasrudin
Editor: Ilham Surahmin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini