Dugaan Pencemaran dan Persoalan Air Bersih Warga di Wawonii

85
Dugaan Pencemaran dan Persoalan Air Bersih Warga di Wawonii
AIR BERSIH - Pencarian sumber air alternatif Konawe Kepulauan (Konkep) untuk kebutuhan air bersih warga. (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.ID, WAWONII – Isu soal pencemaran terhadap air yang menjadi kebutuhan warga Wawonii, khususnya di Roko-roko Raya, Konawe Kepulauan (Konkep) sedang ramai di media sosial, salah satunya Facebook.

Sorotan berupa unggahan sejumlah video menjadi perbincangan hangat warganet. Sejumlah warga tampak memperlihatkan air yang menjadi kebutuhan mereka jadi keruh berwarna kuning kecoklatan.

Hal ini menimbulkan dugaan bahwa aktivitas pertambangan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) sebagai penyebab utama keruhnya sumber mata air warga. Menanggapi hal itu, PT GKP membantahnya, melalui pers rilis, Selasa (11/7/2023).

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan dengan melibatkan ahli hidrologi dan pemerintah setempat serta masyarakat desa, didapati bahwa sumber utama keruhnya air karena adanya peningkatan curah hujan di Kabupaten Konkep, yang tengah dalam fase peralihan musim.

Kondisi itu menurut mereka, mendorong curah hujan dengan intensitas tinggi ke beberapa wilayah di sana. Curah hujan tinggi ini membawa serta lapisan tanah permukaan, ditambah pula banyaknya anak sungai yang kering saat musim kemarau, menjadi penuh ketika hujan datang.

Akibatnya, semua lapisan tanah permukaan tersebut, mengarah ke sungai besar bahkan juga menerobos sampai ke sumber-sumber air bersih warga. Dua desa di Roko-Roko Raya, yakni Desa Sukarela Jaya dan Desa Dompo-Dompo dengan sumber mata air yang sama, mengalami kekeruhan.

“Memang masalah air ini adalah masalah yang sangat vital, sehingga kita perlu melakukan antisipasi dan mencari jalan alternatif agar kebutuhan air bersih warga tidak kekurangan,” ujar Samaga, Kepala Desa Sukarela Jaya yang turut ikut dalam berbagai upaya pemulihan air bersih.

Lebih lanjut Samaga menjelaskan, dengan berbagai upaya yang dilakukan bersama perusahaan, kebutuhan air bersih masyarakat sudah bisa terpenuhi. Perusahaan telah membantu melalui penyediaan water truck dengan kapasitas 5.000 dan 8.000 Liter untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga, pembuatan sumur bor dan tendon penampungan air bersama warga.

Pihak perusahaan bersama dengan masyarakat juga mencari sumber air alternatif agar bila hujan seperti ini terjadi lagi, selalu ada sumber air alternatif. Dia juga mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan bijak menanggapi berbagai informasi yang beredar di luar sana.

Kondisi aktivitas di desa tetap berjalan normal. Kondisi air konsumsi dan air sungai di Wawonii Tenggara perlahan sudah mulai membaik. Namun, proses perbaikan dan mitigasi masih terus berjalan hingga sekarang. Apalagi, musim hujan di Pulau Wawonii, terbilang cukup panjang. Biasanya, musim hujan mulai datang sejak bulan Mei sampai akhir Agustus. Karenanya, upaya mitigasi, belum berhenti dan terus dilakukan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Camat Wawonii Tenggara, Iskandar. “Itu tidak benar, tidak terjadi (pencemaran). Saya selalu memantau di seluruh wilayah Wawonii Tenggara di mana tambang itu ada, air itu tidak berubah. Jika pencemaran itu terjadi, pasti saya sendiri yang langsung mengkritisi pihak perusahaan karena konsumsi masyarakat di sini sepenuhnya berasal dari sungai-sungai kecil dan besar,” ujar Iskandar.

Lebih jauh dia menjelaskan saat musim hujan datang, wajar jika air keruh karena tercampur dengan aliran air dari permukaan tanah, sebelum ada tambang pun sudah seperti itu. Namun, ketika hujan sudah reda, sungai akan kembali jernih. Sehingga lanjut dia, rumor terkait adanya pencemaran lingkungan, sama sekali tidak terjadi.

Tanggapan terkait langkah PT GKP dalam menangani persoalan air bersih yang dialami warga dua desa di Roko-Roko Raya ini juga disampaikan Wakil Bupati Konawe Kepualauan, Andi Muhammad Luthfi. Menurut dia, hal ini sudah membuktikan tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat.

“Kita mengapresiasi atas apa yang dilakukan perusahaan. Menangani persoalan yang sedang dihadapi, sekaligus juga melakukan antisipasi dan mitigasi untuk jangka panjang,” ujar Luthfi. (*)

 


Editor: Muhamad Taslim Dalma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini