HKTI Sultra Dengarkan Curhat Petani Muna dan Mubar, Masalah Pemasaran Mendominasi

276
Foto bersama usai mendengarkan keluhan para petani Muna dan Muna Barat (Mubar) di salah satu hotel Kendari pada Sabtu (23/9/2023). (Istimewa)

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendengarkan curhat ratusan petani di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar) bertempat di salah satu hotel yang ada di Raha pada Sabtu (23/9/2023).

Pada pertemuan tersebut, para petani menyampaikan aspirasi yang menjadi persoalan selama ini. Rata-rata permasalahan didominasi persoalan pemasaran hasil tani serta masalah lainnya.

Salah seorang petani seledri di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Nurlin menyampaikan keluhan soal pemasaran hasil pertanian yang ia punya. Menurutnya, seledri merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat.

“Kita jual cuma di pasar-pasar tradisional terdekat saja. Seandainya ada yang fasilitasi kita dengan produksi banyak dan pasar yang jelas pasti ini akan memajukan pertanian kita,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Mengenal Quick Count, Benarkah Akurat?

Hal senada juga diungkapkan oleh petani lainnya dari Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Laode Unde. Sebagai petani nenas ia juga sempat mengeluhkan bagaimana meningkatkan nilai tambah. Ia merasa kesulitan padahal nenas bisa diolah sehingga harga bisa lebih mahal seperti dijadikan selai, sirup dan beberapa bahan lainnya.

Laode Unde bertani sejak 1965. Melalui bidang pertanian itu, ia telah membiayai anak dan istrinya. Keikutsertaanya dalam kegiatan tersebut untuk mendapatkan solusi dari apa yang ia harapkan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD HKTI Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) mengatakan bahwa seorang petani ketika akan menjual hasil pertaniannya maka harus menjaga kualitas. Kata dia, apa yang dilakukan oleh petani di Muna dan Mubar saat ini hanya untuk jangka pendek. Jika untuk jangka panjang maka perlu dengan sentuhan teknologi.

BACA JUGA :  Bank Sultra Catat Pencapaian Laba Tertinggi, Konsisten dalam Ekspansi dan Inovasi

“Petani harus memiliki korporat sehingga lebih teratur. Karena untuk beberapa jenis tanaman pasti ada musim tertentu. Korporat itu milik petani maka keuntungannya juga nanti jadi milik petani,” tuturnya.

Lanjut ASR, petani harus terus bisa mempertahankan kualitas dari hasil pertaniannya. Pasalnya, petani merupakan salah satu tombak untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut ia memberi 10 cultivator pertanian, masing-masing Kabupaten Muna 5 cultivator dan Kabupaten Mubar juga 5 cultivator.

Ia juga memberikan bantuan berupa 10.000 paket sembako bagi petani. (B)

Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini