Ikatan Ahli Kesehatan Ajak Berbagai Pihak Eliminasi HIV-AIDS di Sultra

143
Ikatan Ahli Kesehatan Ajak Berbagai Pihak Eliminasi HIV-AIDS di Sultra
Kegiatan HIV-Related Stakeholder Meeting di salah satu hotel di Kendari pada Rabu (28/2/2024).

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara mengajak berbagai pihak untuk berperan dalam mengeliminasi HIV. Ajakan itu melalui kegiatan HIV-Related Stakeholder Meeting di salah satu hotel di Kendari pada Rabu (28/2/2024).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Dinas Kesehatan Kota Kendari, Kementerian Agama Kota Kendari, Dinas Pariwisata Kendari, Puskesmas Lepo-lepo, LBH Apik, Bappeda Kendari, dan beberapa instansi terkait lainnya.

Ketua Harian IAKMI Sultra Amrin Farzan mengatakan melalui kegiatan itu, berbagai pihak itu duduk bersama memikirkan bagaimana mengeliminasi kasus HIV-AIDS. Sebab, berbagai dinas terkait itu punya peran yang sangat penting.

BACA JUGA :  UPT Perpustakaan UMW Kendari Gelar Bedah Buku Penelitian Kualitatif

“Di dua tiga tahun ini ada tren peningkatan (kasus HIV-AIDS) sehingga kami setiap tahunnya mengundang stakeholder untuk bersama-sama membicarakan seperti apa peran dari masing-masing dinas sehingga bukan hanya dinas kesehatan maupun puskesmas yang ada di Kota Kendari tapi juga dinas terkait yang punya hubungan di antaranya dinas pendidikan, dinas pariwisata,” ujar Amrin.

Dia berharap IAKMI tetap dapat terus melanjutkan kerja sama dengan dinas kesehatan dengan cara turun bersama ke lapangan melakukan penjangkauan. Selain dinas kesehatan, IAKMI juga pernah bekerja sama dengan dinas lain. Misal IAKMI bekerja sama dengan dinas pendidikan yang melibatkan sekolah-sekolah pada hari peringatan hari HIV-AIDS.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kolaborasi, Konsul-Jenderal Australia Kunjungi Kendari

Ke depan, Amrin berharap lebih banyak dinas yang berperan, seperti dinas sosial yang bisa memberikan bantuan khususnya bagi mereka yang terkonfirmasi HIV-AIDS. Sebab, masih ada diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS, misalnya tidak diberi kesempatan bekerja, dan tidak diterima di masyarakat.

“Ke depan kita berharap itu (diskriminasi) tidak menjadi lagi suatu hal yang berarti bagi kita semua. Sehingga mereka yang terkonfirmasi HIV-AIDS bisa melanjutkan hidupnya dan bisa dibantu oleh dinas-dinas terkait,” ujarnya.

 


Editor: Muhamad Taslim Dalma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini