Brigjen Pol Andap Budhi Revianto
ZONASULTRA.COM,KENDARI– Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol Andap Budhi Revianto enggan berkomentar terkait kasus penembakan yang terjadi di Kabupaten Muna beberapa hari lalu.
Saat ditemui oleh awak media di Aula Dhacara Polda Sultra, Andap tidak banyak bicara. “Nanti saja ya. Nanti. Nanti,” singkat Andap kepada awak media, Minggu (18/6/2017).
Penembakan ini terjadi pada Jumat (16/62017) lalu, sekitar pukul 03.00 Wita. Oknum polisi yang diduga melakukan penembakan ini adalah Brigadir AWL yang bertugas di Polsek Tampo, Kabupaten Muna.
Berita Terkait : Oknum Polisi di Muna Tembak Seorang Warga Hingga Tewas
Korbannya adalah La Ode Sihu (43). Sihu sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun sayang nyawanya tidak tertolong akibat peluru yang bersarang di rongga dada kirinya. Penuturan istri korban Wa Ode Marlina kepada ZONASULTRA.COM, saat itu Sihu izin untuk memancing sekitar pukul 18.00 Wita, Kamis (15/6/2017). Namun sekitar pukul 03.30 Wita tiba-tiba ia dikagetkan dengan kabar dari anaknya bahwa suaminya terkena tembakan.
Sementara Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga yang dikonfirmasi beberapa hari lalu mengakui jika salah satu anggotanya yang berinisial Brigadir AWL menembak La Ode Sihu (43).
Menurutnya, penembakan itu bermula dari informasi warga bahwa korban diduga terlibat transaksi ilegal bahan bakar minyak (BBM).
Berita Terkait : Anggotanya Tembak Seorang Warga Hingga Tewas, Ini Penjelasan Kapolres Muna
“Jadi pihak dari Polsek Tampo yang sedang piket langsung menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian pihaknya melihat ada perahu menempel di samping kapal ferry dan pihaknya melakukan tindakan keras dengan menembakkan pistol ke arah langit sebanyak tiga kali untuk mengentikan kegiatan tersebut dan perahu itu berusaha untuk melarikan diri,” terang Kapolres saat ditemui di halaman parkir RSUD Muna, Jumat (16/6/2017) lalu. (A)
Reporter: Lukman Budianto
Editor Tahir Ose