Mahasiswa Prodi S1 Kesmas Laksanakan PBL II di Desa Puusangi Guna Berikan Penyuluhan Tentang Dampak Rokok Bagi Kesehatan Tubuh

143
Mahasiswa Prodi S1 Kesmas Laksanakan PBL II di Desa Puusangi Guna Berikan Penyuluhan Tentang Dampak Rokok Bagi Kesehatan Tubuh
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) ke 2 di Desa Puusangi, Kecamatan Anggolomoare, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (5/3/2024). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.ID, KENDARI- Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) ke 2 di Desa Puusangi, Kecamatan Anggolomoare, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (5/3/2024).

Kegiatan PBL 2 ini dilaksanakan 6 desa di kecamatan Anggolomoare. Ke 6 desa tersebut yaitu Desa Puusangi, Tabanggele, Puusawah Jaya, Galu, Andobeu Jaya
dan Lakomea

PBL 2 dilaksanakan oleh mahasiswa semester 6 prodi Kesmas UMW. PBL 2 merupakan mata kuliah program studi sarjana kesehatan masyarakat, dan lanjutan dari PBL 1. Untuk jumlah mahasiswa yang mengikuti PBL 2 salah satu posko di desa Puusangi sebanyak 12 orang.

Tujuan kegiatan PBL 2 ini merupakan memberikan penyuluhan tentang dampak rokok terhadap kesehatan dan ekonomi keluarga pada masyarakat di Dldesa Puusangi.

Mahasiswa Prodi S1 Kesmas, Yolanda Inggit Pratiwi menyampaikan bahwa rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh.

Menurutnya, bahaya rokok paling pertama yaitu merusak organ tubuh akibat asap rokok adalah paru-paru, kanker lambung, kanker mulut. Selain itu Perokok pasif juga dapat beresiko pada ibu hamil dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin.

BACA JUGA :  Prodi S1 Farmasi Universitas Mandala Waluya Gelar Seminar Internasional

“Racun utama bagi rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida,” katanya saat memberikan beberapa materi.

Ia menyebutkan paparan asap rokokyanh dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti bayi lahir prematur, berat lahir rendah. Serta meningkatkan risiko keguguran atau kematian janin dalam kandungan dan juga dan juga harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin.

Mahasiswa Prodi S1 Kesmas Laksanakan PBL II di Desa Puusangi Guna Berikan Penyuluhan Tentang Dampak Rokok Bagi Kesehatan Tubuh

“Sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok,” uangkapnya

Dosen Pembimbing, Azlimin, menjelaskan bahwa jika dihitung pengeluaran untuk rokok pada masyarakat lebih besar dibanding pengeluaran.

Kata dia, selain biaya langsung yang dikeluarkan dari membeli rokok, seorang yang mengkonsumsi rokok juga menanggung biaya tidak langsung dari biaya yang harus dikeluarkannya untuk pengobatan akibat penyakit yang timbul karena risiko merokok.

“Jika kita mengasumsikan bahwa merokok 1 bungkus per hari dengan harga rokok termahal yaitu Rp 23.000, pengeluaran rokok bisa mencapai Rp 690 ribu per bulan. Bagi seorang kepala keluarga menghabiskan uangnya untuk membeli satu bungkus rokok dan membakarnya selama 1 tahun setara jumlahnya dengan Rp.8.280.000,” bebernya

BACA JUGA :  Prodi Kewirausahaan UMW Kendari Raih Akreditasi Baik Sekali

Lanjut, ia mengatakan mengurangi jumlah perokok menjadi salah satu solusi memperbaiki derajat kesehatan masyarakat dan tingkat kesejahteraan warga. Pengendalian jumlah perokok adalah upaya preventif yang harus dilakukan.

“Rokok tidak mendatangkan keuntungan meski menawarkan biaya cukai, pajak iklan, dan pengurangan angka pengangguran,” ujarnya

Sementara itu, Koordinator Desa Puusangi, Nurmitha menambahkan bahwa selain penyuluhan tentang rokok, pihak desa Puusangi juga melakukan penyuluhan tentang stunting dan deman berdarah kepada masyarakat dengan metode kunjungan ke rumah warga atau door to door.

“Alhamdulillah terjadi peningkatan pengetahuan Masyarakat sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Dan kami juga sangat berterima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat desa puusangi atas kerjasamanya sehingga program Kesehatan yang kami canangkan dapat terealisasi 100%,” ujarnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini