Pasar Murah di Wakatobi Diserbu Emak-emak, Harga Paketnya Diskon 50 Persen

236
Pasar Murah di Wakatobi Diserbu Emak-emak, Harga Paketnya Diskon 50 Persen
PASAR MURAH-Pemda Wakatobi melalui Dinas Perindag bekerjasama dengan tim penggerak TP-PKK menggelar pasar murah di gedung Dharma Wanita Wangiwangi.

ZONASULTRA.ID,WANGI-WANGI- Pelaksanaan pasar murah di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) diserbu emak-emak. Operasi pasar ini digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) bekerjasama dengan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP-PKK) setempat di Gedung Dharma Wanita Wangiwangi, Selasa, (11/4/2023).

Pasar murah ini menyediakan kurang lebih sebanyak 2.771 paket sembako. Kepala Dinas Perindag Safiuddin menyebutkan, untuk di pulau Wangiwangi sebanyak 1.271 paket dan Wakatobi II sebanyak 1.500.

Di dalam paket berupa beras kualitas nomor satu ukuran 7 kilogram, gula pasir 1,5 kilogram, minyak goreng 2 liter dan tepung terigu ukuran 1,5 kilogram.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya potongan harga hanya 30 persen tahun ini kerena kecukupan anggaran kita cukup bagus. Tahun ini harga Rp200 ribu kita beri diskon 50 persen dengan harga Rp100 ribu setiap paket,” ujarnya.

Safiuddin menerangkan, pelaksanaan pasar merupakan salah satu langkah Pemda, untuk meningkatkan daya beli masyarakat agar bisa kuat. Mengingat harga kebutuhan pokok beberapa hari terakhir cukup tinggi di banding tahun-tahun sebelumnya.

Disamping itu juga, kata dia, diadakannya pasar murah tahun itu merupakan salah satu langkah Pemda menguatkan pengusaha lokal.

Semua penyediaan barang untuk pasar murah tersebut bersumber dari para pengusaha lokal di daerah, sehingga tidak lagi membeli dari luar daerah.

Dia menyebut kebijakan Bupati Wakatobi Haliana menginginkan pasar murah tidak hanya diadakan sekali setahun. Bupati menginginkan agar dilakukan dua sampai tiga kali dalam setahun.

“Anggaran tahun ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya, terkadang memang Rp100-Rp150 juta. Kalau tahun ini inshaallah sampai akhir tahun anggarannya kurang lebih Rp1,2 miliar,” pungkasnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Ayu mengatakan, diskon 50 persen pasar murah Pemda yang bekerjasama dengan tim penggerak PKK itu meringankan biaya pengeluaran.

“Karena kami ibu-ibu pedagang rumahan ini juga bergantung pada anggaran belanja daerah, dan belanja pegawai. Apalagi pelanggan kami rata-rata adalah pegawai. Di sisi lain paket yang ditawarkan pasar murah ini menguntungkan kami, karena perbandingan harga dengan di pasar pada umumnya sangat jauh berbeda selisihnya,” katanya. (B)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor: Ilham Surahmin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini