Permudah Kinerja Puskesmas, Surveillance Working Tools Diperkenalkan di Sultra

179
Permudah Kinerja Puskesmas, Surveillance Working Tools Diperkenalkan di Sultra
Sosialisasi Surveillance working tools di Salah satu hotel Kendari pada 25 dan 26 September 2023.(Ismu/Zonasultra.id)

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Untuk mempermudah kinerja pelayanan pada puskesmas, surveillance working tools diperkenalkan di Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui sosialisasi yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kendari pada 25 dan 26 September 2023.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama tim kerja Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes RI, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Pusat, CDC-Safetynett, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Sultra.

Ketua PAEI Cabang Sultra M. Iliyas mengatakan, surveillance working tools dikembangkan secara ringkas dalam bentuk website dengan mengacu kepada peraturan, pedoman, dan kebijakan surveilans dari Kemenkes RI.

Working tools tersebut disusun untuk menguatkan peran puskesmas dalam analisis dan penetapan alert lebih awal sehingga memperpendek waktu yang diperlukan dalam upaya pengendalian penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB).

BACA JUGA :  Hakim Perempuan di PN Andoolo Ungkap Keresahan, dari Minim Fasilitas hingga Rentan Intervensi

“Working tools menyediakan topik-topik yang relevan dengan kebutuhan puskesmas sesuai hasil asesmen CDC yang lalu, sehingga petugas surveilans mampu melakukan diseminasi, penyimpanan data secara online,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PAEI Sultra Fajar mengatakan, sosialisasi web surveillance working tools tersebut dilaksanakan secara offline dan online.

Secara offline, sosialisasi diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari 29 orang petugas surveilans puskesmas di Kabupaten Konawe dan 2 orang petugas surveilans dari Dinkes Kabupaten Konawe. Serta 15 orang petugas surveilans puskesmas di Kota Kendari dan 2 orang petugas surveilans dari Dinkes Kendari.

Peserta online dari epidemiolog, petugas surveilans puskesmas dan RS kabupaten/)ota se-Sultra via zoom meeting mencapai 80 orang.

Kegiatan itu juga dihadiri Kabid P2P Dinkes Sultra, Subkoordinator Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi, serta penanggung jawab SKDR Dinkes Sultra.

BACA JUGA :  Kendari dan Konsel Jadi Daerah dengan Kasus DBD Tertinggi di Sultra per Januari 2024

Kepala Dinas Kesehatan Sultra Usnia dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan, ancaman munculnya berbagai penyakit baru (new emerging) dan re-emerging menjadi tantangan global yang harus diantisipasi melalui penguatan surveilans untuk deteksi dini, kewaspadaan, pencegahan dan penanggulangan.

“Penyediaan surveilans working tools ini sangat baik dan bermanfaat bagi petugas surveilans di lapangan karena berisi pedoman surveilans penyakit potensial wabah, pengelolaan, analisis dan interpretasi data, diseminasi data, pengelolaan rumor dan sinyal KLB, pengelolaan respon KLB, serta pengelolaan spesimen,” ungkapnya.

Usnia harap web tersebut dapat meningkatkan kinerja petugas surveilans dalam deteksi dini. Menurutnya, dengan web itu, respons penanggulangan penyakit potensial wabah dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam, sehingga kasus dapat diminimalisir dan penyakit tersebut tidak menular ke wilayah puskesmas lain. (B)

Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini