Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Cegah Informasi Hoax Lewat Pengabdian Masyarakat

49
Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Cegah Informasi Hoax Lewat Pengabdian Masyarakat
Program Studi (Prodi) S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melaksanakan pengabdian pada Masyarakat dengan tema "Literasi Kesehatan media sosial untuk mencegah informasi Hoax," di Desa Nii Tanasa, Kecamatan Lalunggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/6/2023). (Istimewa)

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Program Studi (Prodi) S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melaksanakan pengabdian pada Masyarakat dengan tema “Literasi Kesehatan media sosial untuk mencegah informasi Hoax,” di Desa Nii Tanasa, Kecamatan Lalunggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/6/2023).

Tim Pengabdian Muhammad Ikhsan Akbar menjelaskan bahwa, tujuan kegiatan ini adalah bagaimana masyarakat paham dan mampu mencegah berita-berita hoax terkait dengan kesehatan dengan literasi digital.

Literasi Digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN Tematik UMW Fokuskan Wilayah Pesisir dan Pertambangan

“Berdasarkan data Kementerian Informasi (Keminfo), banyak berita-berita hoax mengenai kesehatan yang beredar di media sosial,” katanya.

Kata dia, masyarakat sangat antusias ikut dalam kegiatan ini, karena sering mendapatkan berita hoax apalagi di era digital yang makin yang dengan mudahnya masyarakat mendapatkan informasi kesehatan.

Ia juga mengatakan, dalam contoh kasus seperti dalam pandemi covid-19 kemarin masyarakat terpengaruh hoax, mengenai konsumsi telur tengah malam, yang merupakan salah bentuk berita hoax terkait kesehatan.

“Kami berharap sebagai salah satu desa binaan prodi kesmas untuk dapat meningkatkan status derajat kesehatan masyarakat dengan bentuk bagaimana menerima informasi yang benar adanya melalui situs-situs yang resmi kementerian kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Universitas Mandala Waluya Teken MoU dengan Hotel Claro Kendari

Adapun informasi hoax yang sering terjadi di masyarakat terkait kesehatan sebagai contoh adalah mendeteksi penyakit dengan menggunakan sendok itu banyak dan bentuk lainnya itu seperti, saat covid-19 suntik vaksin itu sebagai mengandung microchip magnetic di badan manusia tersebar di media sosial Facebook.

Ikhsan menambahkan perkembangan teknologi memberikan peluang, sekaligus menjadi tantangan.

“Siapa yang menjadi pemenang ialah dia yang bijak dalam memanfaatkan serta adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya. (C)

Kontributor: C1
Editor: Ilham Surahmin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini