Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Gelar Penelitian dan PKM di Lingkar Tambang Amonggedo

Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Gelar Penelitian dan PKM di Lingkar Tambang Amonggedo
Prodi S1 Kesmas UMW Kendari Gelar Penelitian dan PKM di Lingkar Tambang Amonggedo

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Program Studi (Prodi) Sarjana Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melakukan penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan memberi edukasi kepada masyarakat lingkar tambang nikel Ameonggedo, Konawe terkait dampak lingkungan dan penyakit akibat logam berat.

PKM dan penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Keahlian Kesehatan Masyarakat khususnya bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang merupakan dosen S1 Kesmas UMW Kendari terdiri dari Abdul Rahim Sya’ban, Noviati, Juslan, dan H. Achmad Kadarman.

Ketua Tim, Abdul Rahim Sya’ban mengatakan bahwa PKM dilaksanakan pada 10 Juli 2023, sementara penelitian dilakukan sepanjang Juni dan juli 2023. Kata dia, PKM dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang perbaikan lingkungan, efek kesehatan dilingkungan pertambangan dan lainnya.

“Misalnya terkait air bersih dan apa saja yang perlu diperhatikan berhubungan dengan efek gangguan kesehatan di lingkungan pertambangan,” ucapnya via telepon Whatsapp pada Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA :  Mahasiswa Prodi Magister Kesmas UMW Kendari Gelar Webinar Internasional

Lanjutnya, untuk penelitian yang dilakukan tim mengukur faktor risiko mineral nikel terhadap gangguan kesehatan masyarakat di sekitar area lingkar tambang Ameonggedo, Kabupaten Konawe.

Abdul Rahim menjelaskan bahwa penyakit dari logam berat bisa berasal dari air jika sudah terkontaminasi yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, ginjal dan lainnya. Untuk itu, pihaknya menilai bahwa masyarakat perlu memahami dan menyadari adanya efek kesehatan jika tidak melakukan pemeriksaan air.

Dampak kesehatan yang paling banyak terjadi di lingkar pertambangan pada umumnya adalah permasalahan debu yang disebabkan oleh aktivitas mobil pertambangan. Selain itu juga dari pembukaan lahan yang bisa membuat air cepat terkontaminasi dengan mineral tambang.

BACA JUGA :  UMW Kendari Lantik 11 UKM Periode 2023-2024

“Masyarakat harus bisa berkoordinasi dengan pemerintah seperti mengadakan penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat bahwa dengan adanya pertambangan, kesehatan mereka tetap terjaga,” tambahnya.

Dalam penelitian, tim mengambil sampel berupa tanah dan air untuk diteliti di laboratorium. Hasilnya akan diketahui setelah hasil dari laboratorium itu keluar, sehingga bisa diketahui apakah berbahaya bagi masyarakat atau tidak.

Ia harap, dengan berkembangnya dunia pertambangan di Sultra saat ini, pihak perusahaan juga bisa melihat bahwa ada sisi yang harus diperhatikan dalam bidang kesehatan pada wilayah sekitar lingkar tambang. Untuk masyarakat, diharapkan dapat memahami dari aktivitas tersebut bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada mereka sendiri. (B)

 


Kontributor: Ismu Samadhani
Editor: Ilham Surahmin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini