

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Setelah dua hari tak bisa bersekolah, Sabtu (27/9/2016) ratusan murid SDN 1 Andowia, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya bisa kembali belajar.
Setelah pemilik lahan, Armin, membuka palang bambu yang menutup pagar sekolah.
Saat dikonfirmasi, Sabtu, (17/9/2016), Armin mengatakan, hal tersebut dilakukanya pasca bernegosiasi dengan wakil Bupati Konut Raup, Jumat (16/9/2016) sore di kediamannya.
Pada pertemuan tersebut terjadi kesepakatan, pemda Konut segera menyelesaikan pembayaran lahan seluas 2000 meter persegi, yang digunakan sebagai lokasi bangunan SDN 1 Andowia.
“Katanya senin sudah bisa di urus masalah ini lahan. Kalau sudah Bupati atau Wakil Bupati yang bilang, sudah itumi yang harus didengar. Yang saya tidak suka kalau Kadisnya yang datang, ” terang Armin.
Sedangkan mengenai harga ganti rugi lahan, Lanjut pria paruh bayah ini, mengatakan, akan membicarakan kembali terhadap pemerintah, agar tidak ada yang saling dirugikan.
(Artikel Terkait : Sekolah Disegel, Ratusan Murid SDN 1 Andowia Konawe Utara Terpaksa Tidak Sekolah)
“Saya sudah buka palang bambu yang menghalangi para murid dan guru masuk ke dalam sekolah. nantilah kita lihat pertimbangannya bagaimana untuk harga yang terpenting sya tak mau dijanji-janji lagi,” terangnya.
Kepala sekolah SDN 1 Andowia, Rayendra, mengungkapkan, merasa bersyukur, akhirnya murid-muridnya bisa kembali bersekolah dan kembali menjalankan proses belajar mengajar.
“Tadi ini sudah datang anak sekolah, hanya sebagian dengan gurunya, karena mereka pikir mungkin sekolahnya masih disegel. Tapi Alhamdulillah setelah pak Wakil Bupati datang menemui pemilik lahan, akhirnya pagarnya sudah dibuka. Sudah beres. Semoga masalah ganti rugi lahan ini cepat direalisasikan. Agar siswa disekolah ini dan guru bisa fokus dan tenang,”ucapnya. (B)
Reporter Jefri Ibnu
Editor Tahir Ose









