

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Sejumlah pelanggan di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluhkan isi tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut tabung melon
Rina warga Kecamatan Lasolo, mengungkapkan tabung gas isi ulang yang dibelinya dari salah satu agen penyalur tak seperti biasanya, bahkan dua tabung sekaligus isi 3 kilo yang diambilnya hanya berisi setengah saja.
“Biasanya keras itu segelnya kalau kita buka. Harus pakai
alat pencungkilpi. Tapi ini tinggal kita angkat saja pakai tangan terbuka mi segelnya,” kata Rina.
Usai memasang regulator, lanjut ibu dua anak ini dia melihat jarum pengukur isi gas miliknya hanya naik 4 garis saja dari sebulumnya naik 10 garis. Dirinya menduga alat penyambung kompor dan gas tersebut bermasalah. Namun saat memasang tabung keduanya dan mengganti dengan regulator yang baru, ternyata hasilnya tetap sama.
“Kalau begini rugi kita masyarakat. Ini pemerintah harus cepat mereka antisipasi,” lanjutnya dengan nada kesal
Hal yang sama juga di alami Maela. Dirinya mendapati Tabung gas isi ulang yang baru dibelinya seharga Rp 22 ribu hanya berisi setengah saja.
“Biasanya saya pakai gas itu pertabung bisa sampai 2 minggu. Tapi pas saya dapat isi tabung kayak begini hanya 4 hari saya pakai,” ungkapnya.
Sementara itu, Akib salah satu agen penyalur gas saat disambangi megatakan, tak tahu menahu solanya kejadian tersebut. Dirinya hanya menerima stock dari distributor gas elpiji, lalu menyalurkan ke masyarakat.
“Saya kurang tau kalau masah itu. Saya ini hanya menerima pasokan saja dan menyalurkan. Mengenai isi dari tabung gas itu sama sekali saya tidak tahu, “ujarnya.
Hingga berita ini dinaikkan, belum ada penjelasan terkait persoalan tersebut. Nomor handphone distributor gas yang di hubungi hingga puluhan kali tak di jawab. (B)
Reporter : Jefri Ibnu
Editor Tahir Ose









