
RUMAH TERAPUNG – Tiga buah rumah yang mendadak jadi rumah terapung layaknya di kampung Bajo di Desa Maperaha karena terendam genangan air selama satu minggu, Sabtu (10/6/2017). (Laode Pialo/ZONASULTRA.COM)
ZONASULTRA.COM,LAWORO– Sebuah pemandangan unik terlihat di Desa Maperaha, Kecamatan Sawerigadi, kabupaten Muna Barat. Dimana ada tiga unit rumah yang mendadak jadi rumah terapung layaknya di kampung Bajo.
Keunikan tersebut muncul ketika hujan tak pernah redah menguyur kabupaten Muna Barat selama kurang lebih satu bulan terkahir ini dan mengakibatkan beberapa rumah di kecamatan Sawerigadi khususnya di desa Maperaha terendam genangan air. Ketiga rumah itu milik Laode Bone (42), Lakuruni (39), La Tariki (38).
Mereka terpaksa gotong royong membuat jembatan darurat dari jalan raya sekaligus penghubung masing-masing rumah.
“Kita mau lewat dimana, hujan tidak pernah berhenti dan sudah satu Minggu air tidak pernah surut di sini, dan salah satu solusinya kita bikin jembatan seperti ini,” kata Laode Bone sambil mengerjakan jembatan penghubung depan rumahnya, Sabtu (10/6/2017).
Di tempat yang sama, Latariki menuturkan bahwa sebelumnya ketinggian air diperkirakan hampir dua meter karena genangan air hampir sampai di instalasi listrik.
“Ini airnya sudah agak turun, kalau kemarin-kemarin airnya hampir sampai di instalasi listrik itu,” seraya menunjukan bekas batas ketinggian air di dinding rumahnya.
“Untung kemarin rumah panggung yang kami jadikan dapur sudah bisa di tempati sehingga pada saat naik air barang-barang yang bisa diangkat kita kasi pindah diatas termasuk kulkas, tinggal lemari yang tersisa”, lanjutnya.
Sayangnya sampai saat ini pemerintah setempat belum memberikan bantuan apapun kepada warga yang terkena bencana banjir. Bahkan bahan jembatan tersebut mereka gunakan papan yang dibeli sendiri.
“Kemarin memang pak bupati turun lapangan memantau dan melihat situasi, tapi fokusnya di Guali dan titik-titik lainya. Di sini belum ada yang turun, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga belum kelihatan,” kesalnya.
Ia berharap pemerintah daerah agar dicarikan solusi seperti masyarakat di Guali sehingga genangan air tersebut bisa surut secepatnya, karena masih banyak rumah warga yang tergenang akibat tidak adanya saluran dan drainase. (C)
Reporter. : La Ode Lyku
Editor. : Rustam









