
BANTUAN PKH – Bupati Konut Ruksamin bersama Kadis Sosial Untung menyalurkan bantuan dana PHK kepada masyarakat di Kecamatan Asera dan Andowia, Selasa (15/8/2017). Kegiatan itu turut dihadiri pihak Bank Mandiri selaku mitra pendamping.(Jefri/ZONASULTRA.COM).
ZONASULTRA,COM,WANGGUDU – Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) Ruksamin menyatakan, dalam memimpin roda pemerintahan di wilayahnya, pihaknya tak hanya meningkatkan fasilitas pembagunan saja, tapi juga memerangi angka kemiskinan masyrakat agar mencapai kehidupan layak dan sejahtera.
Hal itu dikemukakan Ruksamin saat menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi warfa kecamatan Asera dan Andowia di aula pertemuan Anawai Ngguluri, Selasa (15/8/2017).
Diakuinya, saat ini masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan serta membutuhkan lapangan kerja. Olehnya itu, sebagai pengendali roda pemerintahan, pihaknya terus menggenjot program-program kerja yang kedepan secara beratahap hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, PKH merupakan salah satu cara untuk memerangi anggka kemiskinan secara bertahap. Dimana tahun ini, sebanyak 2.027 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan itu.
(Berita Terkait : 484 KK di Konut Dapat Bantuan PKH)
“Inilah salah satu pentingnya juga kami adakan program jumat barokah, dari kegiatan itu kami bisa langsung turun ke masyarakat melihat dan merasakan kondisi mereka. Dari situ kita pikirkan kedepannya apa yang akan kita lakukan untuk membantu masyarakat kita agar kehidupannya bisa lebih baik lagi dan bebas dari kemiskinan,” kata Ruksamin.
Ditempat yang sama, Kadis Sosial Konut Untung mengatakan, penyaluran bantuan PKH kali ini berjumlah 419 KK yang terbagi dalam dua kecamatan. Penyaluran bantuan itu diberikan langsung secara tunai oleh pihak Bank Mandiri selaku mitra pendamping.
Ditambahkan, masyarakat penerima bantuan PKH merupakan hasil pendataan pendamping program itu yang ada di tiap kecamatan.
Dalam melakukan pendataan, pihak pendamping memberikan formuliir kepada masyarakat untuk diisi dengan syarat, selain kategori tidak mampu (miskin) juga memiliki anak yang masih sekolah mulai dari SD hingga batas SMA, orang tuan lanjut usia (Lansia), wanita hamil dan memiliki balita.
“Ini merupakan penyaluran tahap II. Sebelumnya telah kami salurkan di kecamatan Lasolo dan Lembo. Jumlah bantuannya sebesar Rp 2 juta per KK dibagi 4 triwulan. Penyerahannya tadi secara tunai dan diberikan langsung dengan buku rekening dan ATM. Jadi, kedepannya sudah tidak tunai lagi tapi melalui ATM. Dengan adanya bantuan ini kami berharap masyarakt bisa keluar dari garis kemiskinan,” kata Untung.
Hunde (52) warga Desa Larobende merasa bersyukur bisa mendapat bantuan dana tuani PKH itu. Kata dia, selama ini penghasilannya hanya Rp 20 ribu perhari, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, apalagi membiayai sekolah anaknya.
“Alhamdulilah dengan dana PKH ini kita bisa terbantu, walaupun sedikit tapi biaya hidup pelan-pelan bisa teratasi. Kami harap pemerintah agar terus perhatikan kami ini masyarakat miskin apalagi kami ini sudah tidak mampu kerja,” harapnya. (B)
Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Abdul Saban









