29.6 C
Kendari
Jumat, 13 Maret 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Kendari Waspada, Permintaan Donasi untuk Pasien Melalui Medsos Bermunculan

Waspada, Permintaan Donasi untuk Pasien Melalui Medsos Bermunculan

118
Waspada, Permintaan Donasi untuk Pasien Melalui Medsos Bermunculan
DONASI - Permintaan donasi melalui media sosial Facebook kian bermunculan dengan mengatasnamakan pasien rumah sakit yang mengidap salah satu penyakit serius. (Foto : Facebook.com)

Waspada, Permintaan Donasi untuk Pasien Melalui Medsos Bermunculan DONASI – Permintaan donasi melalui media sosial Facebook kian bermunculan dengan mengatasnamakan pasien rumah sakit yang mengidap salah satu penyakit serius. (Foto : Facebook.com)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Permintaan donasi melalui media sosial Facebook kian bermunculan dengan mengatasnamakan pasien rumah sakit yang mengidap salah satu penyakit serius.

Dalam waktu dua hari ini, ada dua kiriman yang tersebar di linimasa Facebook untuk meminta bantuan dan donasi.

Pantauan zonasultra.id, pertama kiriman dari akun Sry Yhuni Syahra pada Minggu (3/12/2017) pukul 14.06 Wita. Dalam postingan tersebut, ia memposting foto bayi asal Desa Lambodi Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang diduga mengalami penyakit langka Harlequin Ichthyosis.

Ia meminta kepada siapa saja relawan yang ingin memberikan bantuan dapat mengirim ke nomor rekening yang tertera pada postingan tersebut atas nama Sukmawati.

Kedua kiriman dari akun bernama Asni As Tin, Senin (4/12/2017) sekitar pukul 18.07 Wita. Ia memposting foto seorang balita berusia 2 bulan Yungga yang menderita Efusi Pleura dan dirawat di RSUD Bahteramas Kendari.

Lagi-lagi karena alasan kekurangan biaya, ia mengajak dermawan yang ingin memberikan bantuan untuk mengirimkan dana ke nomor rekening yang tertera pada postingan tersebut atas nama Suhartin.

Berita Terkait : Bayi Perempuan Asal Konsel Diduga Mengidap Penyakit Langka

Ia menegaskan dalam postingannya sang bayi akan dipulangkan Selasa (5/12/2017) hari ini karena kekurangan biaya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu…. mewakili pihak keluarga, saya ingin meminta tolong kepada siapa saja yg rela dan ikhlas membantu mengurangi biaya pengobatan bayi Yungga yang sekarang masih terbaring lemas diRumah Sakit Umum Daerah bahteramas kendari,” tulisnya dalam caption tersebut.

“Besok tanggal 5 desember 2017 pihak keluarga akan memulangkan si dede dengan kondisi yang belum membaik,… ,” lanjutnya

Direktur Utama (Dirut) RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dr. Yusuf Hamra saat dikonfirmasi mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya atas permintaan donasi yang mengatasnamakan pasien rumah sakit yang sedang dirawat.

“Tidak bermaksud mencurigai siapa pun, tapi saya minta masyarakat hati-hati ya,” ungkap Yusuf Hamra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2017).

Sebab, jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggungjawab mencari keuntungan. Menurut Yusuf sudah banyak kasus seperti ini terjadi di Indonesia, bahkan di Sultra.

Mengenai masyarakat yang tidak bisa membiayai pengobatan, Yusuf menegaskan pihak RSUD Bahteramas tidak akan membiarkan siapapun pasien rumah sakit terlantar dan tidak mendapat perawatan karena alasan biaya.

“Jadi kalau alasan tidak ada biaya pengobatan pasien akan dipulangkan atau apa, itu salah besar. Karena kami sudah menyediakan pelampung pembiayaan yakni Jamkesda Bahteramas,” pungkasnya.

Dengan syarat, masyarakat tersebut tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau kartu BPJS Kesehatan serta tidak ada sumber pembiayaan lain yang akan mengcover biaya pengobatannya.

Oleh karena itu ia kembali menegaskan masyarakat untuk waspada terhadap hal-hal tersebut. Harus diketahui terlebih dahulu kebenarannya di lapangan sebelum mengirimkan donasi.

Ia juga menyarankan langkah baiknya jika memberikan bantuan secara langsung. Sebab, bantuan yang dibutuhkan pasien adalah biaya hidup selama di rumah sakit karena itu di luar tanggungan RSUD Bahteramas. (B)

 

Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati