
RELOKASI RUMAH – Lahan relokasi rumah warga Desa Labuan Bajo, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara yang telah mulai dilakukan pembangunan di tempat yang diarahkan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Utara dan Dinas Perhubungan Sultra di Pelabuhan Feri Labuan Baju, Rabu (10/1/2018). (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)
ZONASULTRA.COM, BURANGA – Warga Desa Labuan Bajo, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur) mendukung penuh pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat di Pelabuhan Feri Labuan Bajo yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Buton Utara.
Salah seorang warga La Manea (50) mengatakan, dirinya mendukung penuh apa yang dilakukan Pemkab Butur dan Dishub Sultra. Manea mengungkapkan usai menerima penjelasan dari pihak yang bersangkutan, dirinya langsung memindahkan rumah ke lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa masyarakat sekitar pelabuhan tersebut (warga yang direlokasi) melakukan aksi penolakan terhadap pengerjaan yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra dan Pemkab Butur. Namun, berdasarkan keterangan warga, mereka tidak tahu menahu mengenai penolakan yang disebut-sebutkan itu.
“Kalau tidak setuju, tidak mungkin kita mau pindah. Ini bantuan yang diperuntukkan buat kami masyarakat. Kami pun merasa tidak dirugikan,” ujarnya saat ditemui di lokasi relokasi di Pelabuhan Bajo, Rabu (10/1/2018).
Warga lainnya, Musrikin (48) turut menambahkan, jika dirinya telah memindahkan rumahnya ke lokasi yang ditunjukkan pemerintah. Saat ini, ia sudah mulai membangun rumah yang akan ia tempati bersama keluarga.
Kepala Desa Labuan Bajo Anhar K mengklaim jika oknum yang melakukan aksi penolakan bukan masyarakat di desa tersebut. Dirinya belum mengetahui secara pasti proyek penimbunan yang sudah berjalan sejak 2016 dan belum dibayarkan tersebut.
Sementara, menurutnya masyarakat sangat antusias dan tidak menunjukkan adanya penolakan. Terbukti dengan masyarakat sudah pindah ke tempat yang diarahkan oleh pemerintah.
“Tidak ada masyarakat saya yang demo,” tegasnya.
Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang Dalam Trayek Dishub Sultra Syukriyanto menyebutkan jika program pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat di pelabuhan Feri Labuan Bajo adalah kerjasama antara Pemprov Sultra, Pemkab Butur dan masyarakat Labuan Bajo.
Kinas, sapaan akrabnya menyebutkan Pemprov Sultra dan Pemkab Butur mempunyai peran masing-masing dalam pengembangan program tersebut, termasuk relokasi rumah warga. Pemprov menyediakan tempat untuk relokasi sementara Pemda Butur menyiapkan biaya relokasi rumah warga.
Jika ada warga yang merasa tertipu terkait pekerjaan proyek penimbunan 2016, ia mempersilakan bertemu instansi terkait termasuk Dishub Sultra guna menunjukkan dokumen perjanjian kerjasama.
“Kemudian jika keberatan karena kami tidak pernah melakukan pembayaran dan dokumen kerjasamanya ada, silahkan melapor ke pihak berwajib,” tegasnya.
Diberitakan, Dishub Sultra memang tengah mengembangkan kawasan komersil berbasis masyarakat di Pelabuhan Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Buton Utara (Butur).
Kawasan komersil pelabuhan berbasis masyarakat adalah proses mengembangkan pelabuhan yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pelabuhan dengan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan.
(Berita Terkait : Dishub Sultra Kembangkan Pelabuhan Amolengo-Labuan Bajo Jadi Kawasan Komersil Berbasis Masyarakat)
Salah satunya yang dilakukan di Pelabuhan Labuan Bajo, pembebasan lahan untuk kawasan komersil pelabuhan serta proses pemindahan kawasan kuliner dari dalam ke luar dari Pelabuhan.
Kepala Dishub Sultra Hado Hasina menargetkan seluruh pelabuhan di Sultra termasuk kedua pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi sistem seperti itu (komersil). Ia berharap Labuan Bajo dan Amolengo menjadi salah satu percontohan terbaik untuk pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat.
Bila pengembangan kawasan komersil ini berjalan baik, tidak menutup kemungkinan dua pelabuhan ini akan menjadi kota kecil yang berada di pelosok kabupaten. (B)
Reporter: Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati









