24.1 C
Kendari
Kamis, 02 April 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Kendari Peringati Hardiknas 2018, Rektor UHO Kenalkan Pendidikan Jarak Jauh

Peringati Hardiknas 2018, Rektor UHO Kenalkan Pendidikan Jarak Jauh

231
Peringati Hardiknas 2018, Rektor UHO Kenalkan Pendidikan Jarak Jauh
HARDIKNAS - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkenalkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kepada sejumlah dosen beserta staf yang turut menjadi peserta upacara peringatan Hardiknas, Rabu (2/5/2018). (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkenalkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kepada sejumlah dosen beserta staf yang turut menjadi peserta upacara peringatan Hardiknas, Rabu (2/5/2018).

Rektor UHO Muhammad Zamrun mengungkapkan, menghadapi revolusi industri 4.0, Kemenristekdikti kini telah mulai bergerak dengan menggagas beberapa kebijakan untuk menjawab kebutuhan di era ini. Salah satu kebijakan yang akan segera diimplementasikan adalah program PJJ. Dalam waktu dekat, Kemenristekdikti akan mengeluarkan Permenristekdikti untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

BACA JUGA :  Menteri Susi Minta UHO Kirimkan 5 Lulusan Terbaik Untuk Mendaftar di KKP

“Pendidikan tinggi ke depannya akan menawarkan banyak pilihan model pembelajaran, mulai dari face to face, online learning, hingga blended learning. Kita tidak dapat memungkiri bahwa saat ini pendidikan sudah mengarah ke online learning,” kata Zamrun dalam sambutannya.

Ia melanjutkan, ke depan pengembangan PJJ diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi berkualitas secara signifikan. Saat ini, angka partisipasi kasar atau APK pendidikan tinggi baru 31,5 persen.

BACA JUGA :  Janji Manis Fakultas ke Ortu Mahasiswa Keperawatan UHO Soal Wisuda

Terakhir, ia mengharapkan dengan adanya terobosan PJJ ini, pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40 persen di tahun 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan. (B)

 


Reporter: Sri Rahayu
Editor: Jumriati