23.3 C
Kendari
Sabtu, 21 Maret 2026
iklan zonasultra
Beranda Berita Ekobis BP Jamsostek Sultra Serahkan Santunan Kematian untuk Dua Orang Ahli Waris dari...

BP Jamsostek Sultra Serahkan Santunan Kematian untuk Dua Orang Ahli Waris dari Nelayan

73
BP Jamsostek Sultra Serahkan Santunan Kematian untuk Dua Orang Ahli Waris dari Nelayan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan santunan kematian (JKM) untuk dua orang ahli waris dari nelayan yang telah meninggal dunia almarhum Supriyadi dan almarhum Yohanis, Kamis (23/2/2023) di salah satu hotel di Kendari. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.ID,KENDARI- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan santunan kematian (JKM) untuk dua orang ahli waris dari nelayan yang telah meninggal dunia almarhum Supriyadi dan almarhum Yohanis, Kamis (23/2/2023) di salah satu hotel di Kendari.

Kepala BP Jamsostek Sultra Muhamad Abdurrohman Sholih mengatakan, kedua ahli waris masing-masing menerima santunan JKM sebesar Rp42 juta.

Penyerahan santunan ini dirangkaikan pada kegiatan Peningkatan Keterampilan Teknis Program Jamsostek bagi Kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

BACA JUGA :  BP Jamsostek Serahkan Kaki Palsu ke Karyawan SMI Konut

Kegiatan itu juga disaksikan dan didampingi oleh anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, Kemenko PMK, Kadisnaker Sultra, serta Penyuluh Perikanan Kota Kendari.

Ia menjelaskan, penyerahan klaim JKM tersebut adalah satu bentuk keseriusan BP Jamsostek dalam melindungi seluruh pekerja di Sultra, baik pekerja formal maupun informal.

BACA JUGA :  Selama 2020, BP Jamsostek Cairkan Rp10,2 Miliar Pembayaran Klaim

“Kami juga berharap semoga dengan santunan ini dapat memberikan manfaat serta meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa kegiatan hari ini bekerja sama dengan Kemenaker yang dihadiri oleh 100 orang peserta dari sejumlah kelompok pekerja informal yakni pedagang, UMKM, ojek online, nelayan dan pekerja lain. (*)

 


Editor: Ilham Surahmin