
ZONASULTRA.ID, KENDARI— Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan bersama Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mematangkan rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PKK-STBM) Angkatan VI di Aula Rapat Bupati Konsel, pada Selasa, (27/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, Perwakilan BRIDA, Dinas PU, Disperindag, kepala puskesmas Tinanggea, Kepala Camat Palangga Selatan, kepala puskesmas Lainea, Camat, Puskesmas Kolono, Puskesmas Kolono Timur, Pimpinan Kampus, akademisi, serta unsur stakeholder terkait.
Dalam FGD tersebut, dibahas berbagai aspek penting pelaksanaan program, mulai dari penentuan lokasi-lokasi desa sasaran, penyusunan rencana program kerja tematik, hingga strategi monitoring evaluasi (monev) yang akan digunakan selama masa pelaksanaan di lapangan.
Diskusi juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan masyarakat desa dengan kompetensi akademik mahasiswa agar kehadiran program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor UMW Kendari, Ratna Umi Nurlila mengatakan bahwa kegiatan KKN-T dan PKK-STBM bukan sekadar kewajiban akademik tetapi juga wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui program kerja ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di desa-desa sasaran. KKN-T dan PKK-STBM Angkatan VI kami rancang untuk menjawab masalah nyata masyarakat, terutama dalam bidang sanitasi, kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya
Ia menambahkan bahwa kampus akan memberikan dukungan penuh mulai dari pendampingan dosen pembimbing lapangan hingga evaluasi program secara berkala, sehingga pelaksanaan KKN-T dan PKK-STBM dapat berlangsung efektif dan berdampak signifikan bagi desa‐desa yang menjadi lokasi program.
“Kegiatan FGD ini dipandang sebagai langkah awal yang strategis untuk memastikan semua pihak mempunyai visi dan rencana kerja terukur sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Target pelaksanaan KKN-T dan PKK-STBM sendiri dijadwalkan mulai Februari 2026, dengan sejumlah desa di wilayah Kabupaten Konawe Selatan sebagai lokasi utama program,” tambahnya
Diketahui, program KKN-T dan PKK-STBM Angkatan VI akan berlangsung selama 30 hari dan dilaksanakan di 5 kecamatan serta 50 desa di Kabupaten Konawe Selatan. Adapun program studi yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Prodi Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, D3 Sanitasi, Psikologi, dan Kewirausahaan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini, diharapkan pelaksanaan KKN-T dan PKK-STBM mampu mendorong terwujudnya desa sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Kontributor: Sutarman












