28 C
Kendari
Sabtu, 31 Januari 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Kendari Guru SMPN 2 Kendari Ditemukan Tewas di Rumahnya

Guru SMPN 2 Kendari Ditemukan Tewas di Rumahnya

912
Guru SMPN 2 Kendari Ditemukan Tewas di Rumahnya
Guru SMPN 2 Kendari Ditemukan Tewas di Rumahnya
Guru SMPN 2 Kendari Ditemukan Tewas di Rumahnya
PENEMUAN MAYAT – Densilasa (50) seorang guru aktif di SMP Negeri 2 Kendari ditemukan tewas di kediamannya Jalan Brigjen Majid Joenoes, RT 38 RW 9 Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (31/1/2017) pagi. (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Densilasa (50) seorang guru aktif di SMP Negeri 2 Kendari ditemukan tewas di kediamannya Jalan Brigjen Majid Joenoes, RT 38 RW 9 Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (31/1/2017) pagi.

BACA JUGA :  Begini Kronologis Penembakan Sutisna Versi Keluarga

Kakak korban Samsi (58) mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh Sawaluddin Hamsa (25) sekitar pukul 07.45 Wita pagi tadi dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sawaluddin Hamsa merupakan tetangga korban.

“Adik saya ini guru, tapi ada kelainan jiwa. Makanya saya larang dia mengajar,” ungkap Samsi di tempat kejadian perkara (TKP).

Samsi melanjutkan, korban sudah mengidap kelainan jiwa selama kurang lebih 10 tahun. “Saya saja kalo dia lihat pasti lari itu,” tambah Samsi.

BACA JUGA :  Pembunuhan Pemuda di Kendari Caddi Dipicu Masalah Utang Piutang

Sementara itu, Ketua Rukun Warga (RW) 9 Syahruddin mengatakan korban tidak terdaftar sebagai anggota masyarakat di kelurahan tersebut.

“Dia ini kan punya rumah di Wua-Wua, dia mengidap kelainan jiwa, makanya tinggal di sini, dia tidak terdaftar dalam data kami,” kata Syahruddin

Saat ini jenazah Densilasa telah dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari guna dilakukan visum.

Pantauan ZONASULTRA.COM di TKP, di tempat jenazah terlihat darah yang berceceran dan ada luka di bagian kepala korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Sampai saat ini warga masih berkerumun di tempat kejadian. Akibat kerumunan warga, arus lalu lintas di jalan ini sempat tersendat. (A)

 

Reporter: Lukman Budianto
Editor: Jumriati