29.9 C
Kendari
Kamis, 19 Februari 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Kolaka Timur Hujan Dua Jam, Empat Rumah di Keisio Koltim Tergenang

Hujan Dua Jam, Empat Rumah di Keisio Koltim Tergenang

218
Hujan Dua Jam, Empat Rumah di Keisio Koltim Tergenang
BANJIR - Hujan lebat melanda Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), selama dua jam, Minggu (28/5/2017) sore. Akibatnya, sejumlah rumah dan ruas jalan di Desa Keisio, Kecamatan Lalolae, Koltim tergenang air setinggi 75 cm. (Jaspin/ZONASULTRA.COM)

Hujan Dua Jam, Empat Rumah di Keisio Koltim Tergenang BANJIR – Hujan lebat melanda Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), selama dua jam, Minggu (28/5/2017) sore. Akibatnya, sejumlah rumah dan ruas jalan di Desa Keisio, Kecamatan Lalolae, Koltim tergenang air setinggi 75 cm. (Jaspin/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM,TIRAWUTA – Hujan lebat melanda Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), selama dua jam, Minggu (28/5/2017) sore. Akibatnya, sejumlah rumah dan ruas jalan di Desa Keisio, Kecamatan Lalolae, Koltim tergenang air setinggi 75 cm.

Dari keterangan sejumlah warga, air keruh tersebut akibat Sungai Pundiku meluap dari pegunungan Desa Keisio.
Air tersebut meluap di drainase yang dibuat pemerintah melalui anggaran PNPM tahun 2013 lalu.

BACA JUGA :  Ini Penyebab Banjir di Konut

banjir_koltim“Debit air dari sungai tersebut besar, sedangkan jalur yang ia lewati hanya drenase kecil seluas 40 cm, sehingga air tersebut meluap hingga ke pemukiman warga,” kata Ahmad, salah seorang warga Desa Keisio, Minggu (28/5/2017).

Kepala Desa Keisio Wahid, menyebutkan setidaknya ada empat rumah warga yang digenangi air setinggi 75 cm.

“Air langsung meluap ke rumah warga. Sebab, debit air dari sungai tersebut lumayan besar,” katanya.

BACA JUGA :  Ini Tiga Lokasi Terparah yang Terdampak Banjir di Kolaka

Sebelum masuk ke kediaman warga, kata Wahid, air tersebut melintasi jalan poros provinsi selama beberapa jam.

Menurut Wahid, setiap hujan, air dari sungai selalu meluap. Hal itu diakibatkan drainase dan deker di desa itu sangat sempit tidak sesuai dengan debit air.

“Drainasenya hanya 40 cm, itupun sudah mulai retak akibat air deras yang selalu melintas ketika musim penghujan,” ujarnya. (B)

 

Reporter : Jaspin
Editor : Kiki