
ZONASULTRA.ID, KENDARI- Mahasiswa Kelompok 27 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari sukses melaksanakan program pengabdian di Desa Ulu Lakara, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, pada 02 Februari hingga 03 Maret 2026.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Nur Qomaria, Wa Ode Nova Noviyanti R, Nawawi, S.Kep, serta Firiani W. Alani.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 27 antara lain Nurlian Putriani, Rista Sabriani, Sri Nur Mayanti, Juhi Anggraeni Purwasi, Anggi Suciana Safitri, Gusti Raiseptiani, Imel, Adjid Arya Pratama, Wingki, Sitti Aisya, dan Laode Muh. Abdul Khysayd.
Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan di Desa Ulu Kara, Nur Qomariah menjelaskan bahwa program KKN-T dan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi, mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta memperkuat pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar melalui edukasi DAGUSIBU.
“Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan ecobrick dan pemasangan lubang resapan biopori, serta memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman herbal keluarga sebagai alternatif pendukung kesehatan,” katanya
Selain itu, selama satu bulan pelaksanaan, mahasiswa bersama dosen pembimbing dan masyarakat menjalankan berbagai program intervensi fisik, seperti pemeriksaan kesehatan dasar gratis, senam sehat bersama, pemanfaatan tanaman herbal keluarga, pembuatan ecobrick sebagai pengelolaan sampah plastik, serta pemasangan lubang resapan biopori guna meningkatkan daya serap air tanah.
“Turut dilaksanakan program intervensi nonfisik berupa edukasi pencegahan dan pengendalian hipertensi, edukasi PHBS, edukasi pemanfaatan tanaman herbal, edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), pendampingan kegiatan Posyandu, serta sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ujarnya
Adapun itu, hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Pada bidang kesehatan, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar gratis, meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi, terlaksananya senam sehat sebagai upaya promotif dan preventif, serta pemahaman masyarakat terhadap prinsip DAGUSIBU dan pemanfaatan tanaman herbal keluarga.
“Pada bidang lingkungan, kegiatan ecobrick dan pemasangan biopori berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Sementara pada bidang sosial dan pemberdayaan, terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat, serta meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu dan program kesehatan desa,” ujarnya
Ia berharap dalam kegiatan ini adalah dapat membentuk kebiasaan hidup sehat melalui penerapan PHBS, berkurangnya risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, meningkatnya kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, serta terjalinnya hubungan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Ulu Lakara yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.
Kontributor: Sutarman









