

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Komposisi kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai terbentuk. Tidak kurang dari 300 anggota masuk dalam struktur kepengurusan.
Ketua DPD KNPI Sultra Syahrul Beddu mengatakan kepengurusan tersebut memang cukup besar dibanding kepengurusan sebelumnya. Penyusunan tersebut berdasarkan pendekatan keterwakilan organisasi kepemudaan (OKP), keterwakilan kepengurusan lama, dan keterwakilan wilayah.
“SK kepengurusan tinggal menunggu pengesahan dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Untuk pelantikan juga masih menunggu persetujuan DPP, usulan kami itu kalau bisa di bulan Oktober dan paling lambat November 2016,” ujar Syahrul usai acara nonton bersama pengurus KNPI Sultra di Bioskop Hollywood Kendari, Selasa (27/9/2016) malam.
Mengenai munculnya dualisme di KNPI Sultra, Syahrul mengatakan untuk kepengurusannya tidak perlu diragukan sebab lahir dari Musyawarah Daerah (Musda) kepengurusan sebelumnya yaitu Hidayatullah. Kepengurusan Hidayatullah tersebut hanya ada satu dan diakui secara defacto dan dejure diakui oleh seluruh publik di Sultra, khususnya pemuda.
Olehnya, Syahrul berharap bisa berkonsolidasi dengan rekan-rekan OKP maupun pemuda yang ingin berhimpun dalam KNPI. Tidak perlu ada lagi perpecahan dan bersatu dalam visi misi kepentingan pemuda di Sultra.
Untuk diketahui, dualisme kepengurusan KNPI di Sultra disebabkan oleh kepengurusan di DPP yang mengalami perpecahan yakni kubu Rifai Darus dan Kubu Fahd A Rafik. Sehingga KNPI di Sultra, Syahrul Beddu terpilih sebagai ketua berdasarkan kepengurusan Rifai Darus sedangkan kubu Fahd A Rafik menunjuk Iksan Taufik Ridwan sebagai Ketua DPD KNPI Sultra. (C)
Reporter Muhamad Taslim Dalma
Editor Tahir Ose









