
SOSIALISASI – Ketua beserta anggota KPUD konsel didampingi camat dan Kapolsek Tinaggea saat menggelar kegiatan sosialisasi segmen keagamaan dalam tahapan pemilihan gubernur sultra tahun 2018 mendatang di Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konsel. Rabu (29/11/2017). (ERIK ARI PRABOWO/ZONASULTRA.COM)
ZONASULTRA.COM,ANDOOLO-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tengara (Sultra) menggelar sosialisasi segmen keagamaan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sultra tahun 2018. Sosialisasi digelar di Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea, Rabu (29/11/2017).
Ketua KPUD konsel Herman dalam sambutanya mengatakan, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat baik yang ada di Konsel maupun secara umum di Sultra sebagai kebijakan awal bagi KPUD selaku penyelenggara untuk meningkatkan kesadaran pemilih di daerah.
“Kita inginkan seluruh tokoh agama bisa bersinergi bergerak bersama untuk menyadarkan masyarakat untuk itu kami wajib hadir dimasyarakat untuk memberikan sosialisasi ini,” kata Herman dalam sambutanya.
Lebih lanjut Herman menjelaskan, bahwa tantangan pada pemilu saat ini yang dilaksanakan secara serentak sangat berbeda, sehingga tidak dapat dipungkiri suhu politik akan lebih hangat dibanding dengan pemilihan sebelumnya karena kali ini harus beririsan dengan pemilu 2019 mendatang.
“Tujuan utama adanya sosialisasi ini kita dapat memberikan informasi tentang pelaksanaan pemilu secara serentak, meningkatkan partisipasi tokoh agama pada pemilu, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tokoh agama tentang pemilu,” jelasnya.
Komisioner KPUD Konsel divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Ashadi Cahyadi saat memberikan materi sosialisasi menjelaskan bahwa peran tokoh agama dalam mensukseskan pemilihan sangat sentral.
Ashadi memaparkan bahwa tokoh agama bukan hanya pembawa risalah agama, namun harus mempunyai peran lain selain pembimbing spritual juga sebagai figur untuk memecahkan permasalahan sosial kemasyarakatan.
“Seorang tokoh agama memiliki basis yang kuat untuk memainkan peran sebagai mediator bagi perubahan sosial melalui aktifitas pemberdayaan umat seperti advokasi terhadap pelanggaran hak rakyat oleh negara,” jelas Ashadi. (B)
Reporter: Erik Ari Prabowo
Editor: Tahir Ose









