Lantik 3 Paslon Bupati, Nur Alam: Jangan Habisi Saudara-Saudaramu

84
Lantik 3 Paslon Bupati, Nur Alam: Jangan Habisi Saudara-Saudaramu
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melantikan tiga pasangan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 9 Desember 2015 di gedung Bahteramas Hall, Rabu (17/2/2016). Ketiga pasangan tersebut yakni Abu Hasan-Ramadio (Buton Utara), Amrullah-Lutfi (Konawe Kepulauan) dan Toni Herbiansyah-Andi Merya (Kolaka Timur). MUHAMMAD TASLIM DALMA/ZONASULTRA.COM
Lantik 3 Paslon Bupati, Nur Alam: Jangan Habisi Saudara-Saudaramu
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melantikan tiga pasangan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 9 Desember 2015 di gedung Bahteramas Hall, Rabu (17/2/2016). Ketiga pasangan tersebut yakni Abu Hasan-Ramadio (Buton Utara), Amrullah-Lutfi (Konawe Kepulauan) dan Toni Herbiansyah-Andi Merya (Kolaka Timur). MUHAMMAD TASLIM DALMA/ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam melantik 3 pasangan bupati dan wakil bupati hasil Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu di aula Gubernur Sultra Gedung Bahteramas Hall, Rabu (17/2/2016).

BACA JUGA :  Lahir di Atas Kapal, Bayi Asal Wakatobi Diberi Nama Ramadhan Noor Jetliner

Ketiga pasangan bupati tersebut yakni Abu Hasan-Ramadio (Buton Utara), Amrullah-Lutfi (Konawe Kepulauan) dan Toni Herbiansyah-Andi Merya (Kolaka Timur).

Nur Alam berpesan ketiganya harus dapat menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Dalam penyelenggaraan itu diharapkan tidak merusak tatanan-tatanan kepegawaian yang ada sebelumnya dengan melakukan mutasi dan pemecatan.

BACA JUGA :  Sejumlah Nama Mulai Bermunculan Jelang Pilrek UHO 2021

“Jangan pecat dan habisi saudara-saudaramu (karena sebelumnya tidak sejalan). Kalaupun ada maka lakukan dengan cara profesional dan sesuai undang-undang,” kata Nur Alam dalam sambutannya.

Cara-cara menghabisi pihak yang sebelumnya tidak sejalan hanya akan merusak peradaban. Nur Alam berharap masing-masing tiga pasang bupati tersebut dapat merangkul kembali seluruh masyarakat demi kemajuan suatu daerah.

Dalam sejarah peradaban Indonesia ada suatu masa dimana pihak penguasa menghabisi saudara-saudaranya yang tidak sejalan. Kata Nur Alam, hal itu terjadi pada zaman Ken Arok berkuasa. Di masa kini, seorang bupati diharapkan tidak lagi menerapkan cara-cara lama seperti Ken Arok.

 

Penulis : Muhammad Taslim Dalma
Editor  : Rustam