
ZONASULTRA.ID, KENDARI– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Semarak Sinergi Desa” di Balai Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (16/2/2026).
Kegiatan pengabdian tersebut dihadiri sebanyak 35 hingga 40 masyarakat Desa Asingi, beserta tokoh masyarakat, ibu rumah tangga dan mahasiswa UMW Kendari.
Koordinator Desa Asingi, Ivan Febrian Pratama menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pemeriksaan kesehatan, mengurangi stigma terhadap penderita tuberkulosis, meningkatkan pemahaman penggunaan obat yang benar dan rasional, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan lokal.
“Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” katanya melalui rilis pers, pada Minggu (1/3/2026)
Ia juga menyebutkan kegiatan ini menjadi wadah sinergi mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta pemberdayaan ekonomi desa.
“Balai desa Asingi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan pusat aktivitas warga sehingga memudahkan partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian program,” ungkapnya
Selain itu, dalam pelaksanaannya para mahasiswa KKN-T UMW Kendari menghadirkan berbagai program edukatif dan pelayanan masyarakat. Kegiatan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), edukasi kewirausahaan berbasis potensi desa, edukasi stop stigma tuberkulosis, serta edukasi pengenalan dan penggolongan obat guna meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
“Kami juga menggelar demonstrasi pembuatan serbuk herbal jahe sebagai alternatif pendukung dalam membantu pengelolaan hipertensi. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya hiburan dan kegiatan menyanyi bersama masyarakat, yang dirancang untuk mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan warga desa,” ujarnya
Terselenggaranya PKM ini, tim mahasiswa KKN-T berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Asingi, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan, penurunan stigma terhadap tuberkulosis, serta peningkatan literasi masyarakat tentang penggunaan obat yang aman.
“Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pemanfaatan bahan herbal lokal sebagai pendukung kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa sebagai langkah awal menuju program pemberdayaan yang berkelanjutan,” harapannya. (*)












