Pembangunan Embarkasi Haji di Kendari Butuh Anggaran Rp220 Miliar

426
Ali Mazi
Ali Mazi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya merealisasikan pembangunan embarkasi haji di Kota Kendari. Pembangunan embarkasi haji ini ditargetkan akan dimulai 2020 mendatang dengan anggaran sekitar Rp220 miliar.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, untuk mewujudkan keberadaan embarkasi haji di Sultra, pemerintah perlu dukungan dan doa seluruh masyarakat di Sultra. Hal itu demi menunjang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Pembangunan embarkasi haji ini juga merupakan kerjasama Pemprov Sultra dan Kantor Wilayah Kemenag Sultra.

“Insyaallah kita akan mulai bangun 2020. Semoga bisa secepatnya terealisasi sehingga pemberangkatan jemaah haji tidak perlu melalui Makassar, tapi langsung dari Sultra,” kata Ali Mazi di asrama haji Kendari, Senin (22/7/2019).

BACA JUGA :  Andap Budhi Revianto Lantik Andi Makkawaru jadi Pj Bupati Kolaka

Ali menjelaskan, pembangunan embarkasi haji Sultra merupakan tindak lanjut dari program yang sudah lama ia canangkan sejak periode pertamanya sebagai Gubernur Sultra.

(Baca Juga : Tim Ahli Pembangunan RS Jantung Kendari Terbentuk)

“Karena embarkasi di Sultra saat ini memang sudah sangat memungkinkan, dari jumlah jemaah bahkan mulai membludak. Dengan adanya embarkasi di sini, tidak perlu menunggu 15 sampai 20 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Waktunya akan semakin cepat dan kuota juga akan semakin ditambahahkan,” terangnya.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Sultra Abdul Kadir mengatakan, pembangunan embarkasi haji di Sultra nantinya akan menggunakan dana multi years senilai Rp220 miliar. Proses pembangunannya pun akan memakan waktu selama tiga tahun.

BACA JUGA :  Sultra Ekspor 56 Ton Biji Pinang ke Negara Iran

(Baca Juga : Pembangunan Perpustakaan dan RS Jantung Sultra Mulai Dibangun Juli 2019)

“Untuk proses lelangnya akan diadakan Oktober hingga November, namun penganggarannya baru akan dilakukan tahun depan. Estimasi anggaran dalam rancangan pengembangan, idealnya dibutuhkan sekitar Rp220 miliar. Tapi untuk tahapan awal ini anggaran yang disediakan kurang lebih Rp37 miliar,” bebernya.

Pembangunan tahap pertama pun, sambungnya, akan difokuskan pada pembangunan aula yang lebih besar dari sebelumnya, serta gedung dengan bangunan sekitar 60 kamar. Bangunan tersebut rencananya akan didirikan di atas lahan yang telah disediakan Pemprov Sultra di Desa Nanga-nanga, Kelurahan Andounohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. (b)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini