
ZONASULTRA.COM,KENDARI – Jurusan keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kendari menggelar simulasi penanganan korban Gempa Bumi di lapangan titik kumpul mahasiswa, Jumat,(2/11/2018).
Kegiatan ini dimaksud agar mahasiswa mengetahui mekanisme penanganan korban gawat darurut pada saat terkena gempa. Selain itu, simulasi tersebut merupakan salah satu implementasi mata kuliah jurusan keperawatan tingkat tiga kegawat daruratan dan manajemen bencana
Sekretaris jurusan keperawatan Poltekes Kendari, Reni Defianti Usman mengatakan, kegiatan simulasi ini sangat penting bagi para mahasiswa, agar mengetahui bagaiman penanganan korban gempa sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Dalam simulasi ini beberapa teknik atau adegan penanganan korban gempa bumi di antaranya teknis evakuasi diri, Teknis penangan luka, teknis mengangkat korban, teknis korban cedera vertikal (patah leher).
“Kasus gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi pelajaran penting sekaligus peringatan, untuk itu agar mengurangi korban jiwa dan bagaimana penanganan korban jurusan keperawatan tingkat tiga semester lima Poltekes Kendari menggelar simulasi penanganan bencana alam”, ujar Reni di lokasi kegiatan simulasi, Jumat, (2/11/2018).
Di tempat yang sama, Direktur Poltekes Kendari, Askrening menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat cocok karena seperti diketahui Sultra masuk dalam zona merah, dan menjadi salah satu wilayah di Pulau Sulawesi yang rawan terkena gempa bumi
” Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mengetahui bagaimana penanganan terhadap korban jika kita berada di suatu daerah yang terkena gempa bumi dan bisa mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat mengurangi korban jiwa”, tutur Askrening
Dosen dalam matakuliah kegawat daruratan dan manajemen bencana, Sahmad menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah bagaimana menjelaskan kepada mahasiswa dengan mengadakan simulasi berbagai adegan bagiamana cara menolong pasien yang luka, patah tulang dengan menggunakan peralatan seadanya,
Diimbau agar saat gempa disarankan mencari tempat perlindungan yang aman, secara teori di bawah meja dan pojok dinding sebagai tempat aman jika terjebak dalam satu ruangan. (B)
Reporter : Cr2
Editor : Kiki