Pilkada Muna 2024 Berpotensi Head to Head, Rajiun Vs Iksan

Pilkada Muna 2024 Berpotensi Head to Head, Rajiun Vs Iksan
Pilkada Muna 2024 Berpotensi Head to Head, Rajiun Vs Iksan

ZONASULTRA.ID, RAHA – Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna 2024 bakal tersaji cukup seru. Sejumlah figur mulai unjuk diri mendongkrak popularitas dan mencari simpati.

Pilkada Muna 2024 kemungkinan akan didominasi oleh wajah baru, di antaranya LM Iksan, Laode Gomberto, Laode Kardini, LM Rajiun, dan Syarifuddin Udu. Wajah para figur ini mulai menghiasi jalan-jalan protokol di tengah Kota Raha.

Namun menurut pengamat politik Sultra, Najib Husein, peluang para bakal calon Bupati Muna ini akan ditentukan usai Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) 2024.

Olehnya itu, para calon bupati seharusnya sudah mulai memainkan peran pada partai politik yang bakal bertarung di Pileg 2024 nanti.

“Hal ini merujuk pada Pilkada 2019 sebelumnya, di mana salah satu calon memborong beberapa partai untuk diusung padahal ada calon lain tidak bisa tampil karena tidak mengantongi partai politik,” terang Najib Husein saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (4/7/2023).

Najib menilai pertarungan Pilkada Muna 2024 mendatang kemungkinan kembali terjadi head to head lagi antara LM Rajiun dan LM Iksan.

“Jika peluang ini tersaji berarti menjadi pertarungan jilid tiga dan pasti sengit,” timpalnya.

Menurutnya, pusat kekuatan Pilkada Muna masih merujuk kepada kedua figur antara Rajiun dan Iksan yang bakal didukung Ridwan Bae dan Rusman Emba.

Kata Najib, peluang Iksan akan dinilai berdasarkan bagaimana kinerja Bupati Muna LM Rusman Emba. “Jadi beban Ikhsan, dia tidak bisa terpisahkan dari kepemimpinan Bupati Muna saat ini,” katanya.

Dirinya mengurai jika nantinya Rusman Emba mendukung Ikhsan maka posisinya sebagai king maker dan bisa menguatkan peluang Iksan.

BACA JUGA :  Cerita Yani, Mahasiswi Asal Wakatobi yang Tempuh Pendidikan di NCUE Taiwan

Sementara LM Rajiun peluangnya cukup besar karena sudah memiliki basis suara pada Pilkada Muna 2019 lalu. Namun ia harus kembali menyolidkan pendukungnya agar tak digaet calon lain.

Namun kata Najib jika dilihat dari leadership kedua figur ini belum menunjukan produktivitas dalam kepemimpinan.

“Kalau saya lihat mereka ini akan mulai dari nol. Meskipun sebelumnya sudah menjabat namun tidak bisa menyelesaikan jabatannya,” tuturnya.

Selain itu, kehadiran figur lain di panggung Pilkada Muna seperti Laode Gumberto, Laode Kardini dan Syarifuddin Udu mampu mengurangi tensi politik.

“Semakin banyak calon itu bisa mengurangi potensi terjadinya konflik,” cetusnya.

Sementara itu, figur Syarifuddin Udu kata Najib dinilai ada kekecewaan masyarakat karena ia dianggap tak mampu untuk melobi kendaraan politik saat pilkada sebelumnya.

Lalu, figur Laode Gumberto yang dianggap bisa menjadi kuda hitam jika dirinya bekerja secara masif di lapangan. “Bisa jadi pemilih mencari figur baru di Pilkada Muna karena tidak hanya bicara soal Rajiun dan Iksan, Rusman Emba ataupun Ridwan Bae,” urainya.

Kata Najib jika Gumberto ingin menguatkan elektabilitas maka tak hanya partai Gerindra, ia juga harus mampu menggaet partai lain untuk bisa diusung sebagai calon bupati.

Pilcaleg Tentukan Peluang Cabup Muna

Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan saat ini dirinya belum ingin buka-bukaan soal calon bupati Muna. Sebagai kader PDIP, ia masih fokus untuk memenangkan partai pada Pileg 2024 mendatang.

BACA JUGA :  Kisah Sukses Pengusaha di Pomalaa, Jatuh Bangun Rintis Usaha

“Saya petugas partai dan sekarang kami berusaha menargetkan suara terbanyak pada Pileg nanti,” jelas Rusman Emba.

Namun soal calon bupati, Rusman Emba belum ingin berkomentar lebih jauh karena saat ini partai tengah berupaya memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden. “Pertama kita akan menangkan Ganjar sebagai presiden lalu Pileg baru cabup,” jelasnya.

Cabup Muna Diharap Tonjolkan Politik Gagasan

Ketua KNPI Muna, Laode Muhram Naadu menilai figur bupati Muna ke depan semestinya memahami permasalahan yang terjadi di Muna secara luas.

Seperti halnya sistem penganggaran yang masih rendah lalu pendapatan asli daerah rendah serta tata kelola pemerintahan masih sering dikeluhkan.

“Paling ironi itu soal pelayanan dasar di sektor pendidikan banyak sekali yang dikeluhkan. Lalu PAD pasar yang tidak jelas hasilnya,” keluhnya.

Makanya pria yang juga seorang dosen ini berharap calon bupati ke depan selain kefiguran, juga kreatif dan mampu mengelola SDM dengan baik.

“Dalam hal politik yang semestinya ditonjolkan politik gagasan yang berhubungan dengan program kerja bukan politik praktis yang hanya mengurus soal bagi bagi jabatan dan proyek saja,” harapnya.

Dirinya juga berharap pertarungan Pilkada Muna 2024 bisa tersaji dengan banyak calon. Sejauh ini semua bakal calon bupati yang muncul sudah cukup potensial.

“Sangat tidak sepakat kalau nanti calonnya hanya dua, kalau bisa banyak calon. Ini menjadi rujukan masyarakat memilih figur mana yang lebih baik,” harapnya. (SF/*)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini