
ZONASULTRA.ID, KENDARI- Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kendari sukses mengelar puncak Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) Desa 2026 di Balai Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Program unggulan bertema Skrining PTM-Edukasi Gizi-Masyarakat Hidup Sehat-Asupan Protein-Normalisasi Imunisasi- Gerakan Anti-Stunting-Aktivitas Fisik-Terapi Komplementer (SEMANGAT) yang berlangsung selama 12 hari mulai pada 2 sampai 12 Februari 2026.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 461 mahasiswa Keperawatan, Gizi, TLM, dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari dan dibimbing 58 dosen melalui Interprofessional Education (IPE) dan Collaboration (IPC).
Adapun perwakilan dari 10 desa prioritas di Kecamatan Lainea diantaranya Desa Lalonggombu, Aoreo, Watumeeto, Pangan Jaya, Pamandati, Kaindi Lainea, Matabubu Jaya, Molinese, dan Polewali.
Ada empat kegiatan besar dilaksanakan terpadu yaitu terapi komplementer bekam melayani 60 peserta dipimpin oleh Indriono Hadi, beserta tim sunat massal gratis mensunat 95 anak dengan target 100 oleh Muhaimin Saranani.
Lalu, tim Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk kolesterol, gula darah, tekanan darah, TB, dan BB melayani 50 orang dipimpin oleh Dr. Kartini, dimana CKG ini lanjutan CKg yang telah dilakukan di hari sebelumnya.
Testimoni bekam mencerminkan manfaat nyata. Salah satu warga Lainea yang merasakan dampaknya setelah melakukan terapi komplementer bekam.
“Saya merasa lebih rileks dan tenang setelah terapi, rasanya puas sekali dan berharap ada lagi kegiatan bekam,” katanya
Sekretaris Camat Lainea, Ashari, menuturkan jarang ada kegiatan KKN/PKL mahasiswa kesehatan yang benar-benar bermanfaat seperti ini.
“Ada pemeriksaan kesehatan setiap hari, CKG gratis, bekam gratis, dan sunat gratis. Terima kasih Poltekkes Kemenkes Kendari,” tuturnya
Sementara itu, koordinasi Ketua PKLT Desa Poltekkes Kemenkes Kendari, Dr. Lilin Rosyanti mengatakan tanpa keterlibatan semua pihak, kegiatan ini tidak akan terlaksana.
“Antusiasme warga menegaskan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat pesisir,” bebernya.
Kontributor: Sutarman












