Raih Gelar Doktor di Usia 66 Tahun, La Dupai : Prinsip Saya Longlife Education

1770
Raih Gelar Doktor di Usia 66 Tahun, La Dupai : Prinsip Saya Longlife Education
GELAR DOKTOR - Pada perhelatan wisuda Universitas Halu Oleo (UHO) gelombang I, merupakan hari yang spesial bagi salah seorang wisudawan, yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, La Dupai. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pada perhelatan wisuda Universitas Halu Oleo (UHO) gelombang I, merupakan hari yang spesial bagi salah seorang wisudawan, yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO, La Dupai.

Pasalnya, diusianya yang telah menginjak 66 tahun itu, ia berhasil memperoleh gelar doktornya, pada jurusan Ilmu Pertanian, Konsentrasi Pemberdayaan Masyarakat Program Pascasarjana UHO, dengan IPK 3,77 dengan lama studi 6 tahun 3 bulan.

Ditemui usai wisuda, La Dupai mengungkapkan usia bukanlah penghalang untuk terus melanjutkan studi. Sebagaimana kata bijak yang selalu didengarnya, kejarlah ilmu hingga ke negeri China.

“Orang bijak itu suka bilang, pendidikan itu seumur hidup. Longlife education itu adalah motivasi saya,” kata La Dupai, Selasa (30/10/2018).

BACA JUGA :  Ini Alasan Rektor UHO Kirim Mahasiswa KKN di Muna Barat

(Baca Juga : Rektor Minta Wisudawan UHO Jadi Pelopor Solidaritas Pemuda)

Ia melanjutka , dengan berhasilnya dia menyelesaikna studi, meskipun dengan waktu yang cukup lama, menjadi motivasi tersendiri, bagi teman-teman seangkatannya di program doktor, tahun 2012 untuk segera menuntaskan studinya.

“Jadi dengan selesainya saya ini, maka mereka yang seangkatan saya itu tahu 2012 baru lagi mulai untuk segera menyelesaikan studinya,” kata La Dupai.

Untuk diketahui, pada disertasinya, Ladupai mengangkat penelitian terkait Kajian Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Program Pemberdayaan Bidang Kesehatan Lingkungan Kota Kendari.

BACA JUGA :  Pernyataannya Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Rektor UHO

Pada hasil penelitiannya, ia menyebutkan terkait perilaku kesehatan lingkungan, salah satu kebiasaan yang paling sulit dihilangkan di masyarakat ialah kebiasaan merokok. Padahal, sudah jelas hal itu merugikan kesehatan.

Kemudian juga, hasil temuannya yang lain terkait kurangnya perhatian atau kesdaran masyarakat Kota, yang bisa dibilang sebagian tingkat ekonominya menengah keatas, kondsi lingkungannya masih belum terkelola dengan baik.

“Makanya, dengan pengembangan ilmu saya ini, nanti saya akan menawarkan program saya kepada pemerintah terkait pengembangan program pemberdayaan masyarakat pesisir untuk peningkatan mutu perilaku kesehatan lingkungan,” kata dia. (B)

 


Reporter : Sri Rahayu
Editor : Tahir Ose