
ZONASULTRA.ID, KENDARI– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengusulkan 48 Sekolah Luar Biasa (SLB) kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Kemendikbud) RI.
“Sebelumnya tahun 2025 kami sudah usulkan dirikan 24 SLB, kemudian tahun 2026 Dikbud Sultra tambah sampai 48 SLB. Kemudian usulan tersebut diharapkan mendapat prioritas pertama mendapat dana revitalisasi, dimana pada tahun sebelumnya hanya menempati urutan kedua penerima bantuan,” katanya Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, dalam Rapat Koordinasi Kepala KCD dan Kepala SMA, SMK, serta SLB Negeri dan Swasta se-Sulawesi Tenggara di Aula Dikbud Sultra, pada Senin (5/1/2026).
Areis Badara mengukapkan bahwa penguatan sektor pendidikan ini dilakukan melalui hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan di dikbud Sultra, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dikbud Sultra.
“Seluruh tahapan pengusulan disusun secara terstruktur guna memastikan bantuan yang diterima tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya
Menanggapi persoalan keterbatasan tenaga pendidik, khususnya di Sekolah Luar Biasa Dikbud Sultra memastikan akan melakukan penambahan guru khusus SLB sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami akan terus berkomitmen agar tidak ada anak berkebutuhan khusus yang terabaikan atau kehilangan akses pendidikan. Berbagai langkah penguatan tersebut diharapkan mampu mewujudkan layanan pendidikan yang adil, bermutu, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.
Kontributor: sutarman












