Tanam Jagung, Gempita Kolut Ubah Lahan Tidur jadi Produktif

289
Tanam Jagung, Gempita Kolut Ubah Lahan Tidur jadi Produktif
GEMPITA - Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan program penanaman jagung seluas 2.285 hektar di sejumlah desa. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan program penanaman jagung seluas 2.285 hektar di sejumlah desa.

Ketua Gempita Kolut, Alamsya mengatakan penanaman perdana pengembangan tanaman jagung itu telah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu dengan membagikan 33.870 kilogram bibit kepada masyarakat Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

“Benih jagung yang kita sudah bagikan jenis Pioneer & JH 27, bantuan langsung dari Kementrian Pertanian,” kata Alamsya, Kamis (8/11/2018)

BACA JUGA :  Tahun Ini, Pemda Kolut Bangun 4 Pasar Rakyat

Kata Alamsya, dari 15 kecamatan yang ada di Kolaka Utara, hanya kecamatan Lambai yang tidak tersentuh program ini. Sementara sebaran program terbesar ada di kecamatan Purehu, Pakue Tengah dan Pakue Utara.

Dia menjelaskan, program pengembangan lahan tidur menjadi produktif melalui penanaman jagung itu sejalan dengan visi-misi Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, yakni program revitalisasi kakao.

Untuk mengatasi kekhawatiran petani terkait pemasaran dan harga pasar, Alamsya mengaku sudah lebih dulu membangun komunikasi dengan sejumlah mitra yang siap pembeli hasil panen masyarakat itu.

BACA JUGA :  Keluarga Pasien Keluhkan Fasilitas Ruang VIP RSUD Djafar Harun Kolut

“Kisaran harga beli dari para mitra ini antara Rp.Rp.4.500 sampai Rp.5000 per kilogram,” jelasnya.

tak tanggung-tanggung, pada panen perdana program tanaman jagung ini, pihaknya menjadwalkan mengundang Mentri Pertanian, Amran Sulaiman. Panen perdana itu rencananya akan digelar pada bulan Desember tahun ini sampai dengan Januari 2019. (C)

 


Kontributor: Rusman
Editor: Abdul Saban