
ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ratusan masyarakat bersama beberapa ormas islam mengepung hotel kubra yang terletak di jalan Edi Sabara, By Pass, Kelurahan Lahundape, Kendari, Selasa sore (11/10/2016).
Masyarakat membubarkan kegiatan peringatan hari Asyuro oleh kelompok Syiah yang diduga menyimpang dari ajaran islam yang sesungguhnya di hotel tersebut.
Salah satu masyarakat Kelurahan Kemaraya yang turut serta dalam gerakan ini, Abu Dihyah mengatakan jika kegiatan peringatan asyuroh ini adalah kegiatan syiah yang tidak boleh dibiarkan terus berlanjut.
“Mereka ini sudah jelas sesat, dan tidak boleh kita biarkan acara ini terus berlanjut. Saya juga menyesalkan kepada pihak kepolisian kenapa membiarkan acara ini terus berlanjut, padahal ini sangat berbahaya bagi masyarakat,” ujar Abu Dihyah
“Bayangkan ajaran mereka ini mengkafirkan sahabat nabi dan menganggap Aisyah itu adalah pelacur,” ungkap jamaah wahdah ini.
Sementara itu, pimpinan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia, (Ijabi) Sultra, Nunung Siagi selaku penyelenggara kegiatan ini mengakui bahwa dirinya memang penganut ajaran Syiah, namun bukanlah syiah yang sesat seperti kabar yang beredar di tengah masyarakat.
“Intinya kita di sini saling menghargailah kepercayaan orang lain. Kami juga tidak pernah mengusik kepercayaan siapapun. Intinya NKRI harga mati, dan selama kami tidak mengusik keutuhan NKRI, kami tidak pernah takut,” terangnya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari AKBP Sigit Hariadi yang memediasi kedua belah pihak yang berseberangan ini mengungkapkan jika pihaknya tidak akan masuk terlalu dalam terhadap persoalan ini, karena masalah keyakinan mereka.
“Kita di sini cuma bertugas untuk mengamankan agar tidak terjadi benturan antara dua kelompok ini,” ungkap Sigit.
Pantauan zonasultra.id, hasil mediasi kedua belah pihak ini selanjutnya akan diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia yang ada di Kota Kendari untuk ditindak lanjuti.
Terkait kekisruhan ini, Abdul Majid selaku General Manejer Hotel Kubra mengaku tidak tahu-menahu tentang kegiatan tersebut, karena laporannya ke pihak hotel hanya melakukan halal bi halal.
“Tidak mungkin kita mau tolak, kan dipikiran kami ini cuma halal bi halal,” singkat Majid.
Selain Kapolres dan pemerintah setempat, dalam usaha memidasi kedua belah pihak, turut hadir pula Kabid Humas Kemenkumham, H. Muslim.
Terlihat ratusan personil kepolisian berpakaian lengkap siaga di halaman hotel untuk mengamankan kekisruhan ini.
Acara peringatan hari asyuro ini pun akhirnya terhenti, dan ratusan massa yang berkumpul di halaman hotel kubra yang terus meneriakkan takbir membubarkan diri secara tertib. (A)
Reporter : Lukman Budianto
Editor : Rustam










