ZONASULTRA.COM, KENDARI – Penyakit menular Difteri ditemukan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra saat ini baru menemukan tiga kasus Difteri yakni ada di Kota Kendari selama 2017.
Kepala Dinkes Provinsi Sultra Asrum Tombili mengatakan lokasinya ada di wilayah Kecamatan Kambu, Kecamatan Baruga, dan Kecamatan Poasia. Olehnya, anak di sekitar 3 kecamatan itu akan dilakukan imunisasi dengan batas usia sekolah dasar.
“Kita akan lakukan imunisasi ulang di sekitar situ, tanpa memandang imunisasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Tahun ini kita akan melakukan imunisasi di tiga titik itu saja dalam Kota Kendari, tidak seluruhnya. Karena memang kasus yang terjadi di wilayah Sultra, hanya ada di Kendari sepanjang 2017,” ujar Asrum di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Jumat (19/1/2018).
Pada dasarnya kuman penyebab difteri ada dimana-mana yang kasus-kasus penyakit ini memang lebih banyak merebak di Pulau Jawa. Pencegahan yang paling utama adalah imunisasi, lalu pola hidup bersih seperti cuci tangan sebelum makan, menghidari batuk secara langsung, dan sebagainya.
Lanjut Asrum, repotnya karena pada umumnya difteri menyerang anak-anak, beda dengan orang dewasa yang bisa cepat menyadari dan lebih kuat. Dengan masa inkubasi (proses bakteri) dua sampai lima hari bila tidak ditangani maka begitu saluran nafas tersumbat dapat menyebabkan kematian.
Dalam imunisasi, orang dewasa tidak terlalu dipentingkan karena biasanya sudah kebal dan pernah diimunisasi waktu kecil. Idealnya lanjut Asrum, imunisasi rutin dilakukan seja anak usia dua bulan dan seterusnya hingga usia SD.
Sebagai informasi, Difteri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama Corynebacterium diphtheriae. Umumnya penyakit difteri diawali dengan rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening. (B)
Reporter : Muhamad Taslim Dalma
Editor : Tahir Ose










