23.8 C
Kendari
Sabtu, 31 Januari 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Sultra Raya Waspada, Gelombang Tinggi di Sultra Diprediksi Terjadi Hingga Seminggu ke Depan

Waspada, Gelombang Tinggi di Sultra Diprediksi Terjadi Hingga Seminggu ke Depan

3236
Tiga Kecamatan di Konut Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang laut yang tinggi di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) akan terjadi hingga tujuh hari ke depan.

Prakirawan cuaca BMKG Kota Kendari Adi Istyono mengatakan, gelombang ini diperkirakan setinggi satu hingga dua meter. Terkhusus wilayah perairan Wakatobi bagian selatan, gelombangnya bisa lebih tinggi dari itu.

“Jadi berdasarkan layar pemantau cuaca kita, ya sudah begitu. Dan hari ini kita melakukan validasi ke nelayan-nelayan, dan memang fakta di lapangan sudah begitu,” kata Adi Istyono di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Minggu (30/12/2018).

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Segera Kaji Urgensi PSBB Kota Kendari

Pihak BMKG siang tadi telah melakukan sosialisasi ke nelayan-nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Mereka memberikan imbauan kepada nelayan-nelayan yang ada di pelabuhan untuk berhati-hati saat melaut.

Ia juga mengajak para nelayan yang berada di pelabuhan itu untuk memanfaatkan fasilitas BMKG yang ada. “Di sini kan ada layar pemantau cuaca, nah nelayan sebelum melaut bisa melihat itu dulu. Tujuannya apa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Istyono.

BACA JUGA :  Oknum Polisi Diduga Terlibat Pencurian Sapi di Muna Masuk DPO

Di tempat yang sama, Fahmi salah satu nelayan yang kapalnya baru saja tiba membenarkan bahwa gelombang saat ini sedang tinggi. “Ini biasanya kita cuma sehari atau dua hari. Tapi karena ombak tinggi, ini kita satu minggu,” kata Fahmi.

Selain efisiensi waktu yang banyak terbuang, gelombang tinggi juga mengakibatkan ikan hasil tangkapan nelayan banyak yang rusak.

“Ya sudah beginilah resikonya. Mau tidak mau kita harus tetap melaut biar kita bisa makan,” terang Fahmi. (*)

 


Kontributor: Lukman Budianto
Editor: Jumriati