24 C
Kendari
Kamis, 19 Maret 2026
iklan zonasultra
Beranda Daerah Bau-bau Tenaga Pendidik Kurang, Kuota CPNS Baubau Justru Nihil Guru

Tenaga Pendidik Kurang, Kuota CPNS Baubau Justru Nihil Guru

641
Tenaga Pendidik Kurang, Kuota CPNS Baubau Justru Nihil Guru
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Tenaga pendidik di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dianggap masih kurang. Namun, dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di kota itu, kuota guru justru nihil.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengakui ada mata pelajaran tertentu gurunya kurang. Seperti guru agama, kesenian, dan bimbingan konseling.

“CPNS hari ini tidak tersedia untuk menutupi kekurangan guru itu,” ujar Monianse ditemui usai membuka sosialisasi rencana aksi hak asasi manusia di kantor wali kota, Senin (25/11/2019).

Baca Juga : Pendaftaran CPNS di Mubar, Banyak Formasi Guru dan Bidan

BACA JUGA :  7.069 Pelamar CPNS di Buteng Dinyatakan Lulus Berkas

Kekurangan guru ini paling dirasakan tenaga pendidik di SD Negeri Kecil Kolagana, Kelurahan Palabusa, Lealea, Kota Baubau.

Sejak 2005 silam, di sekolah itu hanya ada tiga orang guru kelas dan dua guru agama Islam. Sekolah yang berdiri sejak 1986 itu kini memiliki 80 orang siswa.

“Kondisi ini tidak lagi sesui dengan amanat Perda No 2 tahun 2012, yang mana dalam satu kelas belajar di sekolah dasar harus ada satu guru,” kata Kepala SDN Kecil Kolagana Rasmin saat dihubungi.

Kata Rasmin, ia pernah mencoba mengeluh pada Pemkot Baubau. Jawaban yang ia dapat ternyata di pusat kota pun tenaga pendidik kurang.

BACA JUGA :  Penerimaan CPNS 2019, Pemprov Sultra Akan Kirim Usulan Kuota

Baca Juga : Seleksi CPNS Koltim, Formasi Guru Terbanyak

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau, Asmaun mengatakan, pihaknya telah mengajukan kuota guru pada pemerintah pusat, namun hasilnya berbeda. Guru dicoret, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya dikabulkan.

“Kami juga tidak mendapat jawaban yang jelas kenapa pemerintah pusat tidak menyertakan kuota untuk tenaga guru,” kata Asmaun. (b)

 


Kontributor: Risno Mawandili
Editor: Jumriati