26.3 C
Kendari
Sabtu, 09 Mei 2026
iklan zonasultra
Beranda Artikel Kampus Kepemimpinan Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si.,M.Sc Antar UMW Kendari Menuju Kampus...

Kepemimpinan Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si.,M.Sc Antar UMW Kendari Menuju Kampus Berdaya Saing

0
Kepemimpinan Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si.,M.Sc Antar UMW Kendari Menuju Kampus Berdaya Saing
Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si.,M.Sc

ZONASULTRA.ID, KENDARI – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara terus berkembang. Di tengah perubahan itu, hadir sosok perempuan yang perlahan namun pasti membawa arah baru bagi kemajuan perguruan tinggi.

Ia adalah Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si.,M.Sc, Rektor Universitas Mandala Waluya Kendari, akademisi yang dikenal visioner, humanis, dan konsisten mendorong transformasi pendidikan.

Bagi civitas akademika UMW, nama Ratna Umi Nurlila bukan sekadar pimpinan kampus. Ia adalah figur yang tumbuh bersama institusi, memahami dinamika dari bawah dan menjadi bagian penting dari perjalanan perubahan kampus hingga dikenal luas seperti saat ini.

Perjalanan panjang yang ia tempuh menjadi bukti bahwa kepemimpinan besar lahir dari proses, pengabdian, dan ketekunan.

Ratna tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan pentingnya pendidikan dan disiplin. Sejak muda, ia dikenal memiliki ketertarikan besar pada dunia sains dan akademik.

Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan membawanya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana dan melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2010. Namun baginya, pendidikan bukan sekadar tentang gelar. Pendidikan adalah jalan pengabdian.

Semangat itulah yang kemudian mengantarkannya memilih dunia kampus sebagai ruang perjuangan.

Awal Karier: Menjadi Dosen dan Pembimbing

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen di lingkungan STIKES Mandala Waluya sebelum kampus tersebut berkembang menjadi universitas.

Sebagai pengajar, Ratna dikenal disiplin namun dekat dengan mahasiswa. Ia tidak hanya fokus pada materi kuliah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk percaya diri, berani berkembang, dan memiliki daya saing.

Di masa itu, ia mulai memahami bahwa membangun pendidikan tidak cukup hanya di ruang kelas. Dibutuhkan sistem yang kuat, kepemimpinan yang visioner, dan kolaborasi yang sehat.

Meniti Kepemimpinan dari Bawah

Kepercayaan terhadap kemampuannya terus tumbuh. Ia kemudian dipercaya memimpin Program Studi D3 Teknologi Elektromedis selama dua periode.

BACA JUGA :  Rektor UMW Kendari Sabet Penghargaan Sebagai Tokoh Inovasi Pendidikan

Di posisi tersebut, Ratna mulai menunjukkan kemampuan manajerialnya. Ia aktif memperkuat kualitas pembelajaran, mendorong peningkatan kompetensi dosen, hingga membangun jaringan kerja sama akademik.

Kariernya terus berkembang saat dipercaya menjabat Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. Sebagai dekan, ia dikenal aktif membangun budaya akademik yang lebih kompetitif. Ia mendorong dosen aktif meneliti, memperkuat publikasi ilmiah, dan meningkatkan kualitas lulusan.

Langkah-langkah kecil yang ia bangun saat itu menjadi fondasi penting bagi pengembangan kampus di masa depan.

Menjadi Rektor dan Membawa Transformasi

Akademisi yang dikenal visioner dan konsisten membawa kampus berkembang, yang kini resmi menjabat sebagai rektor periode 2025–2029.

Pelantikan tersebut menandai kepemimpinan dua periode berturut-turut, setelah sebelumnya ia memimpin pada periode 2021–2025.

Di bawah kepemimpinannya, kampus mengalami banyak perubahan signifikan.
Salah satu tonggak terpenting adalah penguatan identitas kampus setelah transformasi dari STIKES menjadi universitas.

Perubahan tersebut bukan hanya soal nama, tetapi juga menyangkut arah pengembangan institusi secara menyeluruh. Ratna memahami bahwa perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan zaman.

Karena itu, ia mulai fokus pada:

  1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia,
  2. Penguatan penelitian,
  3. Pengembangan fasilitas kampus,
  4. Serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak.

Di era kepemimpinannya, puluhan dosen didorong melanjutkan studi doktoral. Program studi mulai meningkatkan akreditasi. Aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat juga semakin aktif.

Ia ingin memastikan bahwa kampus tidak hanya berkembang secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas akademik yang kuat.

Sosok yang Dekat dengan Mahasiswa

Meski memiliki posisi strategis, Ratna dikenal tetap sederhana dan mudah ditemui mahasiswa.

Ia beberapa kali terlihat hadir langsung dalam kegiatan mahasiswa, seminar, pelatihan, hingga aktivitas sosial kampus. Kehadirannya memberi kesan bahwa pimpinan kampus tidak berjarak dengan mahasiswa.
Bagi Ratna, kampus harus menjadi rumah bersama.

Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai, tetapi juga soal membangun karakter, etika, dan kepedulian sosial. Pendekatan humanis inilah yang membuat banyak mahasiswa merasa nyaman menyampaikan aspirasi maupun persoalan akademik.

BACA JUGA :  HMPS Farmasi UMW Beri Santunan Yatim Piatu di Panti Asuhan Al Ikhlas Kendari

Mendorong Kampus Berdaya Saing

Di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin ketat, Ratna menyadari pentingnya inovasi dan adaptasi.

Ia mulai mendorong digitalisasi layanan kampus, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta membuka peluang kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional. Baginya, kampus di daerah juga harus mampu bersaing secara global.

Karena itu, ia menargetkan agar lulusan Universitas Mandala Waluya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan inovasi baru.

Visi tersebut menjadi arah besar pengembangan kampus beberapa tahun terakhir.

Perempuan dan Kepemimpinan

Sebagai perempuan yang memimpin perguruan tinggi, Ratna membawa pesan kuat tentang kesempatan dan kesetaraan.

Ia membuktikan bahwa perempuan mampu berada di posisi strategis dan memimpin perubahan besar di dunia pendidikan.
Namun di balik kesibukannya sebagai rektor, ia tetap menjalani perannya sebagai ibu dan istri. Keseimbangan antara keluarga dan karier menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Banyak yang melihat sosoknya sebagai inspirasi bagi perempuan muda untuk terus belajar, berkembang, dan berani mengambil tanggung jawab besar.

Pengabdian yang Terus Berjalan

Bagi Ratna, menjadi rektor bukanlah tujuan akhir. Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan. Ia percaya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan daerah dan bangsa.

Karena itu, ia terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, kepemimpinannya menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kampus di timur Indonesia.

 

Kontributor: Sutarman