
ZONASULTRA.ID, KENDARI- Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPM Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN Kendari) pada Kamis (23/4/2026) pukul 14:00 WITA.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya strategis dalam mempersiapkan implementasi standar ISO serta penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Rombongan UMW dipimpin oleh Ketua LPM, Azlimin, didampingi Sekretaris LPM serta perwakilan Gugus Penjaminan Mutu (GPJM) dari masing-masing fakultas. Kegiatan ini diterima langsung oleh Ketua LPM IAIN Kendari, Dr. Samdin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris LPM IAIN Kendari, Dr. Akbar Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Halmunitai, serta Dr. Sodiman, selaku Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu yang bertindak sebagai penyaji materi.
Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari best practice dalam implementasi sistem manajemen mutu berbasis ISO dan meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan mutu yang berkelanjutan.
Ketua LPM IAIN Kendari, Dr. Samdin menegaskan bahwa keberhasilan implementasi ISO tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh komitmen pimpinan serta internalisasi budaya mutu pada seluruh unit kerja.
“Dalam forum diskusi, berbagai aspek strategis dikaji secara komprehensif, meliputi tahapan implementasi ISO dan pengendalian dokumen mutu. Selain itu, pendekatan risk-based thinking dan penguatan budaya mutu organisasi menjadi fokus utama dalam mendukung efektivitas sistem manajemen mutu,” katanya
Sementara itu, Ketua LPM, Azlimin mengukapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem penjaminan mutu yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan.
“Melalui benchmarking ini, diharapkan Universitas Mandala Waluya dapat mengadopsi praktik baik yang telah diterapkan di IAIN Kendari, sehingga implementasi standar ISO dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing global.
Kontributor: Sutarman












