
ZONASULTRA.ID, KENDARI – Tim Dosen Program Studi Diploma III Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kendari menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penyuluhan tentang fortifikasi tepung cangkang telur ayam ras sebagai sumber kalsium alternatif. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari pada, Jumat (17/7/2026).
Penyuluhan tersebut mengangkat tema “Edukasi gizi tentang fortifikasi tepung cangkang telur ayam ras pada nerbagai olahan pangan untuk meningkatkan konsumsi kalsium pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu kota Kendari.”
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Rosnah, sebagai ketua. Didampingi Dr. Risma, dan Teguh Fathurrahman, sebagai anggota, dengan Petrus, bertugas sebagai tim monitoring dan evaluasi.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut sebanyak 30 peserta yang berasal dari Pemerintah Kelurahan Watulondo, BLUD Puskesmas Puuwatu, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan kalsium untuk mendukung pertumbuhan anak, menjaga kesehatan ibu, serta mencegah osteoporosis dan berbagai gangguan tulang di masa mendatang.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Rosnah, mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa cangkang telur yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan fortifikasi pangan.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa cangkang telur ayam ras tidak harus menjadi limbah. Melalui proses pengolahan yang higienis dan aman, cangkang telur dapat diubah menjadi tepung kaya kalsium yang dapat ditambahkan ke berbagai olahan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium keluarga,” katanya melalui rilis pers.
Ia mengukapkan dalam penyuluhan, peserta memperoleh materi mengenai fungsi kalsium bagi tubuh, akibat kekurangan maupun kelebihan konsumsi kalsium, berbagai sumber kalsium alami, kandungan kalsium pada tepung cangkang telur, teknik pengolahan yang memenuhi prinsip keamanan pangan, serta cara sederhana menambahkannya ke dalam berbagai makanan sehari-hari.
“Selain aspek kesehatan, tim pengabdi juga memperkenalkan peluang pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai bahan fortifikasi pada berbagai produk pangan,
seperti roti, biskuit, kue, bakso, dan siomai,” ungkapnya
“Dengan penggunaan dalam jumlah yang tepat, fortifikasi dapat meningkatkan kandungan kalsium tanpa mengubah cita rasa maupun mutu produk secara berarti,” lanjutnya
Sementara itu, kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK diharapkan dapat meneruskan edukasi kepada masyarakat sehingga informasi mengenai pentingnya konsumsi kalsium dapat menjangkau lebih b
anyak keluarga.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai proses pembuatan tepung cangkang telur, keamanan penggunaannya, serta takaran yang dianjurkan dalam berbagai jenis makanan.
Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya lokal sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga.
Menurut Dr. Rosnah, edukasi gizi berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi yang dapat mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat diterapkan di rumah dan disebarluaskan kepada masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai sumber kalsium dapat membantu meningkatkan status gizi keluarga sekaligus mengurangi limbah pangan yang masih belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya
Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Dosen Program Studi Diploma III Gizi Poltekkes Kemenkes Kendari kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, puskesmas, kader kesehatan, dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pangan lokal yang bergizi, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Kontributor: Sutarman












