28 C
Kendari
Rabu, 22 Juli 2026
iklan zonasultra
Beranda Artikel Kampus Poltekkes Kendari – Makassar Teliti Efektivitas Bekam dan Gaya Hidup Atasi Hipertensi...

Poltekkes Kendari – Makassar Teliti Efektivitas Bekam dan Gaya Hidup Atasi Hipertensi di Konawe

7
Poltekkes Kemenkes Kendari Kenalkan Terapi ATAQ dan Bekam kepada Warga Toronipa
Dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kendari bersama dengan dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kementerian Kesehatan Makassar menggelar penelitian di Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada Mei hingga Juli 2026.

ZONASULTRA.ID, KONAWE – Dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kendari bersama dengan dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kementerian Kesehatan Makassar menggelar penelitian di Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada Mei hingga Juli 2026.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari skema Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKAT) dengan judul “Perbandingan Modifikasi Gaya Hidup dan Terapi Komplementer terhadap Pengendalian Teaa0qkanan Darah pada Penderita Hipertensi di Masyarakat Pesisir Sulawesi Tenggara.”

Penelitian ini dipimpin oleh Ns. Indriono Hadi, dengan anggota peneliti Abdul Syukur Bau, Dr. Lilin Rosyanti, serta Alfi Syahar Yakub, dari Poltekkes Kemenkes Makassar. Kemudian turut melibatkan enam enumerator, yakni Johan Tirta, A.Md.Kep., Abdul Hamid Ad Dzikr, Muhammad Fadil, Abdul Muthalib Nurdin, Boris Trisnayadi, dan Sulkifli Buhari.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring riset antarperguruan tinggi dalam mengembangkan penelitian kesehatan masyarakat pesisir yang memiliki karakteristik sosial dan budaya yang relatif serupa.

Ketua peneliti, Ns. Indriono Hadi, mengatakan penelitian bertujuan membandingkan efektivitas modifikasi gaya hidup dengan terapi komplementer berupa bekam dalam mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Menurutnya, penelitian serupa belum pernah dilakukan di masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara sehingga hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi di wilayah pesisir.

“Kami ingin mengetahui apakah modifikasi gaya hidup maupun terapi bekam sama-sama mampu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki faktor risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, penelitian ini akan memberikan gambaran intervensi mana yang memberikan hasil lebih optimal pada masyarakat pesisir,” katanya melalui rilis pers pada Rabu (22/7/2026)

BACA JUGA :  Kuota Tak Terpenuhi, Poltekkes Kendari Kembali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Kelompok pertama mengikuti program modifikasi gaya hidup yang meliputi edukasi pembatasan konsumsi garam, perbaikan pola makan, pengendalian berat badan, peningkatan aktivitas fisik, penghentian kebiasaan merokok, pembatasan konsumsi alkohol, kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi, hingga pelatihan pengukuran tekanan darah secara mandiri di rumah.

Selain penyuluhan, peserta juga mengikuti latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Tim peneliti merekomendasikan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 50 hingga 60 menit sebanyak lima sampai tujuh kali dalam sepekan. Peserta juga dibekali alat pengukur tekanan darah dan diberikan pelatihan penggunaannya agar mampu melakukan pemantauan secara mandiri.

Adapun itu, kelompok kedua mendapatkan intervensi terapi bekam yang dilakukan sesuai prosedur standar dengan prinsip aseptik. Seluruh tindakan menggunakan peralatan steril dan diawali pemeriksaan kesehatan sebelum terapi berlangsung selama sekitar 20 hingga 30 menit sesuai protokol penelitian.

Selain memberikan intervensi, tim peneliti juga melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pengkajian berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular sebagai bagian dari evaluasi efektivitas kedua metode tersebut.

BACA JUGA :  Poltekkes Kendari Raih Juara 2 Lomba Vokal Grup Tingkat Nasional

Sementata itu, Kepala Desa Bajoe, Abd Muis, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dosen Poltekkes Kemenkes Kendari yang selama beberapa tahun terakhir menjadikan desanya sebagai lokasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat bersyukur karena dosen Poltekkes Kemenkes Kendari tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga berbagi ilmu, memberikan edukasi kesehatan, dan membimbing masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan,” ujarnya

Ia berharap penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat serta membantu mencegah dan mengendalikan hipertensi sebagai faktor risiko utama penyakit jantung.

“Mereka bertugas mendampingi peserta, mengumpulkan data, melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan edukasi, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian penelitian,” bebernya

Salah seorang peneliti, Dr. Lilin Rosyanti, mengatakan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya di bidang terapi komplementer dan pengendalian penyakit tidak menular.

“Harapan kami, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan program pencegahan dan pengendalian hipertensi, terutama bagi masyarakat pesisir yang memiliki karakteristik serta faktor risiko yang berbeda dengan masyarakat perkotaan,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kendari dan Poltekkes Kemenkes Makassar, penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis bukti evidence-based practice mengenai strategi pengendalian hipertensi yang efektif guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara.

 

Kontributor: Sutarman