
ZONASULTRA.ID, KENDARI – Tim dosen Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Promosi Kesehatan: Terapi Komplementer dalam Pencegahan Penyakit Jantung pada Masyarakat Pesisir.”
Kemudian, kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Lilin Rosyanti bersama tim dosen Indriono Hadi dan Nasir Muna. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir mengenai pencegahan penyakit jantung melalui pemanfaatan terapi komplementer yang aman, mudah diterapkan, serta berbasis bukti ilmiah.
Lurah Toronipa, Indawati, selaku membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Kendari karena menghadirkan materi yang dinilai berbeda dari penyuluhan kesehatan yang selama ini dilaksanakan di wilayahnya.
“Materi mengenai terapi komplementer untuk pencegahan penyakit jantung merupakan hal baru bagi masyarakat Toronipa. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang tim dosen, Indriono Hadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Edukasi kesehatan berbasis bukti ilmiah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, perkenalan tim pengabdi, serta pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat terkait terapi komplementer sebelum penyuluhan diberikan.
Dalam sesi edukasi, Dr. Lilin Rosyanti menyampaikan materi mengenai Terapi ATAQ (Aplikasi Terapi Al-Qur’an) sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat membantu meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, serta mendukung kesehatan jantung melalui pendekatan spiritual.
“Peserta juga diajak mempraktikkan teknik terapi tersebut agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah,” ujarnya
Lebih lanjut, Dr. Lilin Rosyanti menyebutkan pada sesi berikutnya, masyarakat memperoleh edukasi mengenai terapi bekam sebagai terapi komplementer yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan mendukung upaya pencegahan penyakit kardiovaskular apabila dilakukan sesuai indikasi serta prosedur yang benar.
“Materi disampaikan berdasarkan konsep ilmiah dan nilai-nilai kesehatan dalam Islam. Tak hanya menerima teori, peserta juga mengikuti demonstrasi praktik terapi bekam yang diperagakan langsung oleh tim dosen. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi maupun praktik,” bebernya
Sementara itu, kegiatan tersebut juga melibatkan 10 mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari yang berperan aktif mulai dari registrasi peserta, pendampingan pengisian kuesioner, membantu penyampaian materi, memfasilitasi diskusi, hingga mendampingi praktik terapi ATAQ dan terapi bekam.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kemampuan komunikasi, serta pengalaman mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurut tim pengabdian, pelaksanaan kegiatan ini relevan mengingat hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di wilayah Toronipa. Melalui edukasi terapi komplementer berbasis ilmiah, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui penerapan pola hidup sehat, kepatuhan terhadap pengobatan medis, serta pemanfaatan terapi komplementer secara aman dan bertanggung jawab.
“Melalui pengabdian masyarakat ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan memanfaatkan terapi komplementer secara tepat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit jantung,” tutupnya.
Kontributor: Sutarman












