
ZONASULTRA.ID, KONAWE – Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi manajemen stres pada penderita hipertensi sebagai upaya mencegah penyakit jantung.
Kegiatan yang mengangkat tema “Edukasi Manajemen Stres pada Penderita Hipertensi sebagai Pencegahan Penyakit Jantung” yang dilaksanakan di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada 10 Agustus 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti sebanyak 30 masyarakat di Desa Sorue Jaya dan Desa Toronipa. Adapun itu, PKM ini dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari yang terdiri dari Lena Atoy, Srikandi Puspa Amandaty, dan Samsuddin
Ketua tim PKM Poltekkes Kemenkes Kendari. Lena Atoy, SST, MPH menjelaskan bahwa PKM ini dilatarbelakangi meningkatnya hipertensi sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.
Menurutnya, selain berdampak terhadap kondisi kesehatan, penderita hipertensi juga dapat menghadapi berbagai persoalan seperti beban biaya pengobatan, kekhawatiran terhadap penyakit, hingga masalah keluarga yang berpotensi memicu stres.
“Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai hipertensi, stres, dampak stres terhadap tekanan darah, serta kaitannya dengan risiko penyakit jantung. Peserta juga dibekali keterampilan untuk mengelola stres secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” katanya melalui via telepon, pada Kamis (20/8/2026)
Ia menyebutnya sejumlah teknik manajemen stres diperkenalkan kepada masyarakat, antara lain teknik mengekspresikan perasaan, relaksasi otot, serta pendekatan spiritual melalui dzikir dan doa.
“Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan stres sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan jantung,” ujarnya
Salah satu Dosen di Poltekkes Kemenkes Kendari, juga mengukapkan selain edukasi, keberhasilan kegiatan juga dapat dievaluasi melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan setelah pemberian materi serta pemantauan penerapan teknik manajemen stres setelah kegiatan berlangsung.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bahaya hipertensi, tetapi juga mampu menerapkan pola pengelolaan stres secara mandiri sehingga dapat mendukung upaya pencegahan penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup,” tutupnya.
Kontributor: Sutarman












